154 Orang Tewas dalam Banjir Bandang Dahsyat dan Tanah Longsor di Kolombia

VOA-ISLAMNEWS.COM, KOLOMBIA – Hujan lebat menyebabkan sungai di selatan Kolombia meluap, hingga memicu banjir bandang dahsyat yang menerjang rumah-rumah, sedikitnya 154 orang tewas.

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengatakan pada hari Sabtu (01/02) bahwa setidaknya 154 orang telah tewas karena terseret arus sungai dan tanah longsor di Mocoa, sebuah kota yang dihuni 350.000 orang yang terletak di dekat perbatasan Kolombia dan Ekuador.

Presiden Kolombia telah berada di Mocoa untuk mengawasi secara langsung jalannya operasi penyelamatan. Sebelumnya, Dia mengatakan di akun Twitter-nya bahwa perjalanan ke ibukota Mocoa dari Putumayo akan “memperhatikan korban tragedi ini, yang menyebabkan semua rakyat Kolombia berduka”.

Sebelumnya pada hari itu, komandan polisi Kolonel Omar Bonilla mengatakan kepada stasiun radio lokal Caracol bahwa tanah longsor telah menewaskan sedikitnya 93 orang, dan menambahkan bahwa ratusan lainnya mengalami luka-luka dalam tragedi itu.

Sungai dilaporkan meluap semalam, kata badan bencana nasional Kolombia, Carlos Ivan Marquez, dan menambahkan bahwa angka kematian bisa terus naik karena banyak yang masih hilang di berbagai daerah yang terkena dampak banjir.

“Ratusan keluarga” belum ditemukan, kata gubernur Sorrel Aroca dari departemen Putumayo, dan menyebut bahwa ‘tragedi seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya’.

Pusat penanggulangan bencana pun dibentuk, yang terdiri dari para pejabat lokal, unit militer, polisi dan tim penyelamat untuk lebih memudahkan penanganan, pencarian dan operasi penyelamatan.

“Kami telah mengirim tim berjumlah 150 orang dan perlengkapan agar segera bekerja,” kata kepala unit bencana nasional, Carlos Ivan Marquez.

Walikota Mocoa Jose Antonio Castro mengatakan sejumlah lingkungan di kota itu telah rata dengan tanah. “Ini adalah daerah yang besar. Sebagian besar dari banyak rumah baru saja diratakan oleh longsoran salju. Mereka mampu keluar tapi rumah di 17 lingkungan telah terhapus,” kata Castro.

Tanah longsor merupakan peristiwa yang umum di Kolombia, karena negara itu terkenal dengan pemandangan pegunungan dan hujan lebat. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment