AS Tak Mampu Buktikan adanya Senjata Kimia di Pangkalan Udara yang Diserang

Minggu, 09 April 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, MOSKOW – Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS telah gagal untuk membuktikan keberadaan senjata kimia di lapangan udara Suriah yang dihujani rudal jelajah AS. Keterangan ini disampaikan Departemen Pertahanan Rusia pada Sabtu (09/04).

Militer Rusia itu mengatakan bahwa Moskow percaya mengirim para ahli adalah satu-satunya cara untuk memperoleh bukti adanya senjata kimia di pangkalan udara Suriah yang diserang oleh AS tersebut. (Baca juga:Pidato Berapi-api Dubes Bolivia di PBB: Sejarah Buktikan AS adalah Pembohong)

” 24 jam setelah kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal jelajah pada Sha’irat [lapangan terbang di Suriah], baik Pentagon, maupun Departemen Luar Negeri AS tidak bisa menghadirkan bukti adanya senjata kimia di sana,” kata juru bicara kementerian Rusia Igor Konashenkov.

“Perwakilan media yang mengunjungi pangkalan juga tidak menemukan senjata kimia apapun di sana,” Mayjen. Konashenkov menambahkan. (Baca juga:Senator Rand Paul: Serangan AS ke Suriah Perjelas Posisi Washington Seperti Teroris)

“Lapangan udara itu dikunjungi oleh puluhan perwakilan media massa, oleh pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, polisi, belum lagi prajurit Suriah. Baik depot, atau amunisi yang mengandung senjata kimia tidak ditemukan di [pangkalan udara ] Sha’irat. Setiap orang yang berada di
lapangan udara itu tidak memakai masker gas dan merasa benar-benar baik.”

“Timbul Sebuah pertanyaan: apa yang telah ditunjukkan kepada presiden AS sebagai bukti dugaan serangan senjata kimia dalam keadaan yang tidak disukai oleh Washington dan siapa yang melakukannya [mempresentasikan ‘bukti]’?

Jubir Kemenhan Rusia itu mengatakan bahwa seharusnya satu-satunya cara untuk menerima bukti objektif dari dugaan kepemilikan senjata kimia di Sha’irat dan menunjukkan kepada dunia adalah dengan mengirim komisi ahli ke sana. (Baca juga:Putin: Agresi AS di Suriah Langgar Hukum Internasional dan Sakiti Rusia)

Ia menambahkan bahwa hal yang sama telah dilakukan di kota Aleppo Suriah oleh para ahli Rusia setelah militan menggunakan senjata kimia disana.

“Setiap ahli terpercaya – bahkan untuk AS – Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) tahu bahwa prekursor tersisa dari serangan zat beracun tidak dapat disembunyikan bahkan setelah berbulan-bulan dan bertahun-tahun setelah mereka telah disimpan [di sebuah tempat] .”

Sebelumnya dalam pidato kepada rakyat Amerika di televisi segera setelah serangan udara AS ke Suriah, Trump mengatakan, “Malam ini aku memerintahkan serangan militer menargetkan lapangan udara di Suriah dari mana serangan kimia diluncurkan. Hal ini menyangkut kepentingan vital keamanan nasional Amerika Serikat untuk menahan dan mencegah penyebaran dan penggunaan senjata kimia mematikan.” (Baca juga:Suriah Kutuk Agresi AS ke Pangkalan Militer Homs)

Dalam pidatonya itu Trump terus menuduh Damaskus meluncurkan senjata kimia meski pemerintahan Assad telah berungkali menolak tuduhan tersebut. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment