Dalam Setahun, Australia Rugi 1 Miliar Dolar Lebih Akibat Great Barrier Reef Rusak

Jum’at, 14 April 2017,

VOA-ISLAMNEWS.COM, CANBERRA – Pemutihan karang yang sedang berlangsung di Great Barrier Reef Australia bisa mengakibatkan wilayah tersebut kehilangan lebih dari satu juta wisatawan internasional dan domestik pertahun tahun – dan pendapatan hingga 1 miliar dolar Australia ( 760 juta dolar) akan hilang.

Sebuah laporan baru yang dirilis oleh Dewan Iklim independen Australia memperingatkan bahwa kerusakan lebih lanjut salah satu atraksi wisata negara itu yang telah mencapai 1.500 kilometer di sepanjang Great Barrier Reef, bisa membuat lebih dari satu juta orang dalam setahun, memilih alternatif tempat liburan lain.

Dewan ekologi Lesley Hughes mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemutihan yang parah tidak harus dilihat hanya sebagai masalah lingkungan saja, karena itu juga memiliki dampak negatif pada perekonomian.

“[Karang] itu bertanggung jawab membawa lebih dari 7 miliar dolar Australia setiap tahun untuk perekonomian kita, sementara juga mendukung mata pencaharian sekitar 70.000 orang,” kata Hughes sebagaimana dikutip Sputnik, Kamis (13/04).

Pemutihan pada terumbu karang disebabkan peningkatan suhu air lantaran adanya dua arus air hangat. Kondisi itu diperparah oleh perubahan iklim akibat ulah manusia mengingat laut menyerap 93% peningkatan panas bumi. Pemutihan terjadi ketika terumbu stress dan kehilangan alga atau dikenal zooxanthellae. Alga tersebut memberi warna pada terumbu.

Jika kondisi kembali normal, warna cerah pada terumbu bisa kembali muncul. Namun, hal itu perlu berpuluh tahun. Dan, jika stres berlanjut, terumbu bisa mati.

Dr James Kerry, selaku peneliti, mengatakan kerusakan seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya terumbu yang terkena pemutihan dua tahun secara beruntun tidak punya kesempatan untuk pulih.

Great Barrier Reef adalah barisan ribuan terumbu karang yang memanjang dari bagian utara hingga bagian selatan Negara Bagian Queensland. Kawasan itu diberi status Warisan Dunia pada 1981.

PBB menyebut Great Barrier Reef sebafai situs Warisan Dunia yang keanekaragaman hayatinya paling kaya dan sangat penting baik dalam konteks sains maupun sebagai kekayaan alam. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment