Demi Hindari ISIS, Para Orang Tua Ini Rela Membius Anak-anaknya

“Keluarga sering meninggalkan kota pada malam hari dan menjelang pagi dengan berjalan bersama anak-anak mereka. Terkadang anak-anak bosan, dan jika mereka menangis itu sangat menyulitkan para orang tau,” kata Hala Jaber dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

Dia menambahkan, “Keluarga kadang-kadang menempatkan lakban di mulut anak-anak mereka atau bahkan memberi mereka Valium atau obat penenang hanya agar mereka tetap tenang sehingga mereka tidak ditemukan oleh ISIS dan ditangkap atau ditembak.”

Jaber mengatakan anak-anak di Mosul telah melihat dan telah melalui hal-hal yang seharusnya tidak dilihat, dan menambahkan, “Mereka telah menyaksikan tangan dipotong, pemenggalan dan pembunuhan. Banyak dari mereka yang shock.”

Sementara itu, Amy Christian, juru bicara badan amal internasional yang berbasis di Inggris, Oxfam, di Irak, mengatakan warga sipil yang mencapai pusat penerimaan pengungsi “sangat trauma, lapar, dehidrasi dan benar-benar lelah”. (Baca: Krisis Kelaparan Hebat Melanda Yaman)

Beberapa dari mereka telah memberikan anak-anak obat penenang untuk melindungi mereka dari teroris karena mereka melarikan diri, ujarnya.

Warga sipil melarikan diri kota Mosul sejak pasukan Irak melakukan operasi besar-besaran untuk merebut kembali kota Mosul dari teroris Daesh pada 23 Maret 2017.

“Keluarga saya memberi obat kepada anak-anak,” kata seorang remaja Noor Muhammad kepada Oxfam setelah melarikan diri dari Mosul dengan 27 orang lainnya.

“Orang tua memberi obat tidur untuk anak-anak mereka sehingga mereka tidak akan khawatir dengan pertempuran, dan ketika mereka berlari di malam hari di bawah kegelapan, mereka tidak akan ditemukan karena tangisan anak-anak,” kata Muhammad dalam sebuah pernyataan kepada Oxfam. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment