Hajar ISIS, Pasukan Irak Kuasai Stasiun Kereta Api dan Masjid Agung Mosul

Letnan Jenderal Raed Shakir Jawdat, komandan polisi federal, mengatakan pada hari Selasa bahwa pasukannya telah merebut kendali stasiun kereta api dan stasiun bus terdekat, keduanya terletak di sebelah barat daya dari kota tua Mosul.

Salam Jabr Saloom, direktur jenderal Perusahaan Kereta Api Republik Irak (IRR), menyoroti pentingnya stasiun kereta api yang sekarang direbut kembali, dan mengatakan bahwa itu adalah “koridor utama dari utara ke selatan, yang membawa barang dari Turki dan Suriah ke Baghdad dan Basrah”. (Baca: Mantan pemimpin gerakan jihad Yordania ledakkan diri di Mosul)

Stasiun ini “terkena banyak serangan teroris sebelum masuknya Daesh”, karena signifikansinya, Saloom menambahkan.

Selain itu, juru bicara IRR Abdulsattar Mohsen menggarisbawahi pentingnya fasilitas tersebut, dan mengatakan bahwa itu adalah “titik peluncuran kereta yang membawa barang ke Suriah dan Turki dan kembali. Tapi itu telah berhenti beroperasi setelah serangan Daesh di Mosul”.

Laporan terpisah mengatakan pada hari Selasa bahwa pasukan Irak telah mencapai Masjid Agung Mosul al-Nuri, di mana pemimpin Daesh, Ibrahim al-Samarrai, yang juga dikenal sebagai Abu Bakr al-Baghdadi, muncul pada bulan Juni 2014 dan menyatakan berdirinya khalifah yang mencakup Suriah dan Irak. (Baca: Pasukan Irak serbu ISIS dan kuasai sepertiga wilayah di sisi barat Mosul)

Sementara itu, seorang komandan operasi militer di Provinsi Nineveh, mengumumkan bahwa pasukan militer Irak telah membebaskan desa al-Jamaliah.

Selain itu, sosok komandan paling penting ISIS, yang dikenal dengan Mahmud Mohammad, tewas selama operasi ke daerah Bab al-Toub di kota tua Mosul. Beberapa jam kemudian, seorang petugas polisi federal Irak mengatakan pasukan negara itu juga telah membunuh komandan militer Daesh di kota tua Mosul, yang bernama Abu Abdul Rahman al-Ansary, yang tewas juga dalam pertempuran di Bab al-Toub. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment