Harga Minyak Dunia Akan Lemah Pasca Pemboikotan Terhadap Qatar

VOA-ISLAMNEWS.COM, DOHA – Harga minyak turun di bawah 50 dolar per barel pada hari Selasa (06/06) akibat kekhawatiran bahwa perpecahan diplomatik antara Qatar dan beberapa negara Arab termasuk Arab Saudi dapat merongrong upaya OPEC untuk memperketat pasar.

Daily Times melaporkan harga Minyak mentah Brent turun 15 sen per barel lebih rendah pada 49,32 dolar pada 0755 GMT, turun dari sekitar 8 persen sejak 25 Mei, saat diputuskan kebijakan OPEC mengurangi produksi minyak diperpanjang hingga kuartal pertama 2018.

Sementara, harga minyak mentah Intermediate West Texas Intermediate AS turun 18 sen atau 0,2 persen menjadi 47,21 dolar AS per barel.

Sejumlah analis menilai perselisihan saat ini bisa berjalan lebih dalam dari pada perpecahan serupa di tahun 2014. Kepala ahli strategi pasar pada pialang berjangka AxiTrader, Greg McKenna mengatakan bahwa pemboikotan terhadap Qatar berpotensi meretakkan solidaritas OPEC untuk pemotongan produksi.

Sejumlah negara utama Arab termasuk Arab Saudi, Mesir dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan dengan Qatar pada hari Senin, menuduhnya mendukung militan Islam dan Iran.

Langkah yang diambil termasuk mencegah kapal Qatar yang datang dari atau pergi dari dermaga di Fujairah, di UAE, yang biasanya digunakan oleh kapal tanker minyak Qatar dan gas alam cair untuk melakukan pengiriman.

“Langkah-langkah oleh aliansi anti-Qatar mengindikasikan komitmen untuk memaksa perubahan menyeluruh dalam kebijakan Qatar atau menciptakan lingkungan untuk perubahan kepemimpinan di Doha,” kata Ayham Kamel, kepala penelitian Timur Tengah dan Afrika Utara untuk Eurasia Group.

Dengan produksi minyak sekitar 620.000 barel per hari (bpd), Qatar adalah salah satu produsen minyak mentah terkecil di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, namun beberapa investor khawatir ketegangan di dalam kartel dapat melemahkan kesepakatan untuk menahan produksi agar dapat menaikkan harga. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment