Hasil Referendum Adalah Kemenangan Rakyat Turki

Senin, 17 Maret 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, Ankara – Recep Tayyip Erdogan selaku Presiden Turki berusaha menyatukan rakyat Turki yang terbelah dalam referendum amandemen undang-undang yang digelar pada 16 April. Dalam pidato kemenangannya, Erdogan mengedepankan nada perdamaian dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pemilih tanpa memandang pilihan mereka.

“Hari ini, 16 April adalah kemenangan bagi semua, yang memilih ‘ya’ atau ‘tidak’, dari 80 juta seluruh rakyat Turki, dari seluruh 780 ribu kilometer persegi wilayah Turki,” kata Erdogan sebagaimana dilansir dari CBS News, Senin (17/4/2017).

Perdana Menteri (PM) Binali Yildrim juga menyampaikan hal yang sama dengan mengatakan bahwa tidak ada pihak yang kalah dalam referendum ini.

“Kita semua warga negara yang setara dari Republik Turki. Tidak ada yang kalah dari referendum ini. Turki menang, orang-orang yang dicintai menang,” kata Yildrim.

Hasil tak resmi penghitungan suara yang dilaporkan Anadolu dari 99 persen suara yang telah dihitung, 51,3 persen suara memilih ‘ya’ berbanding 18,7 persen suara yang memilih ‘tidak’. Namun, partai oposisi CHP menyatakan akan mendesak dilakukan penghitungan ulang dan menduga adanya kecurangan dalam pelaksanaan referendum.

Hasil referendum ini dipastikan akan membawa perubahan besar pada masa depan politik dan hubungan luar negeri Turki. Paket perubahan konstitusi yang diusulkan dalam referendum akan mengubah sistem parlementer Turki menjadi sistem presidensial.

Jabatan PM akan dihilangkan dan presiden akan memiliki kewenangan untuk merancang anggaran, mengumumkan keadaan darurat, dan mengeluarkan dekrit tanpa persetujuan dari parlemen. Masa jabatan Erdogan sebagai presiden pun akan diperpanjang setidaknya sampai 2029.(VOAI/okezone)

Related posts

Leave a Comment