Intelijen Rusia-China Buntuti Kapal Induk AS di Semenanjung Korea

Senin, 17 April 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, MOSKOW – Beijing dan Moskow meluncurkan kapal intelijen gabungan untuk mengikuti kapal induk Amerika Serikat Carl Vinson yang saat ini melakukan perjalanan menuju Semenanjung Korea. Hal ini laporkan Sputnik, Senin (17/04), menurut berbagai sumber di pemerintah Jepang.

Kapal induk bertenaga nuklir dan kelompoknya diyakini berada di perairan sekitar Laut Cina Timur, menuju ke arah utara ke Semenanjung Korea.

China dan Rusia, yang memprioritaskan stabilitas di Semenanjung Korea, telah menyatakan keprihatinan mereka atas sikap AS yang memaksa menuju Korea Utara, dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan masalah ini harus diselesaikan secara damai melalui upaya politik dan diplomatik.

Laporan itu berspekulasi bahwa pengiriman kapal intelijen itu bisa jadi ditujukan untuk mengirimkan sinyal peringatan ke Amerika Serikat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari Kementerian Pertahanan Rusia.

Menurut laporan media, Korea Utara tidak membatalkan uji coba nuklir baru, meskipun baru-baru ini mengalami kegagalan pada ulang tahun ke-105 Kim Il-sung, mendiang pendiri Republik. Kapal induk AS itu diyakini telah dikirim untuk meningkatkan tekanan militer terhadap Korea Utara dan mendesak Pyongyang untuk mempertimbangkan kembali aspirasi militernya.

Korea Utara sendiri telah mengancam untuk menghancurkan kapal induk AS itu jika sampai ada agresi militer.

“semakin dekat target-target besar, seperti kapal induk nuklir tersebut, ke pantai kami, maka akan semakin efektif serangan balasan menghancurkan kami,” demikian pernyataan kementerian pertahanan Korea Utara, menurut berbagai laporan media. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment