Istana Negara Disebut Sarang PKI, Teten Laporkan Alfian Tanjung ke Polisi

Kamis, 09 Maret 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Setelah tak mendapat respon dan permintaan maaf dari yang bersangkutan akhirnya Teten Masduki tutup pintu damai dengan Ustaz Alfian Tanjung dan menyerahkan kasus tersebut diproses oleh Polda Metro Jaya. Teten merupakan salah satu nama yang disebut Alfian dalam video bahwa dia salah satu kader PKI yang rapat di Istana. (Baca juga: Demokrasi dan Rekayasa Makar Khilafah)

Menurut Teten Masduki, sebelumnya saya telah memberikan somasi Alfian Tanjung karena ceramahnya menyebut Teten sebagai pengikut Partai Komunis, pernyataan Alfian Tanjung itu diunggah di laman Youtube dengan judul “Alfian Tanjung: Istana Negara Jadi Sarang PKI Sejak Mei 2016” pada Desember 2016 dengan durasi 0:45 detik itu, AT menyebut sederet nama termasuk Teten. Adapun kutipan pernyataannya itu adalah:

“Sejak bulan Mei tahun 2016 di Istana Negara di dalam lingkungan Istana Negara sudah tidak ada lagi tentara aktif. Ini saya ngomong karena tahu bukan saya sok tahu. Ini berat nih ngomong direkam lagi banyak rekaman”

“Kenapa nggak ada (tentara aktif), karena mereka sekarang diisi oleh Teten Masduki, Boi Suprianto, Budiman Sudjatmiko, Waluyo Jati, Nezar Patria, dan sederet kader-kader PKI yang mereka menjadikan Istana tempat rapat rutin mereka tiap hari kerja di atas jam 8 malam ke atas”. (Baca juga: ‘Jokowi’ Diam itu Bukan Berarti Takut, Jenderal…!)

“Keren ya, jadi Istana Negara sekarang sarangnya PKI sejak bulan Mei 2016 sampai kapan gue nggak tahu”. Alfian Yanjung disebut sebagai salah satu staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Prof Hamka atau Uhamka.

“Sebentar lagi saya kira sudah dilimpahkan dari Bareskrim ke Polda. Jadi kita serahkan ke polisi,” ujar Teten di Istana Negara usai jamuan makan Presiden Afsel, Rabu (8/3) malam.

Teten mempersilakan Alfian membuka bukti kalau ada kader PKI yang melakukan rapat di Istana. Saat ini dia telah mensomasi Alfian dan menyerahkan proses pidana nya ke penegak hukum.

“Buka kalau punya bukti. Ini kan urusan pidana. Saya sudah somasi yang bersangkutan kasih kesempatan untuk meminta maaf karena saya menduga dia dapat informasi yang salah. Lalu tidak ada respon ya saya laporkan saya serahkan ke polisi,” tegas Teten. (Baca juga: Kivlan Zen Masuk Perangkap Maut Denny Siregar dan Gus Dur)

Sekali lagi Teten menegaskan bahwa dirinya sama sekali bukan kader PKI dan tak terkait dengan PKI.

“Track record saya, saya kira terbuka dari mulai saya  muda jadi aktivis sampai sekarang banyak yang tahu. Tidak ada yang ditutupi, silakan saja. Ya pokoknya semoga dapat hidayah,” tutup Teten. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment