Jabat Tangan Berbeda dari Raja Salman Terhadap Menag dan Ahok

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Ketika menyambut Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak jajarannya beberapa pejabat termasuk Ahok. Presiden Jokowi kemudian perkenalkan satu persatu jajarannya, seperti Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama serta beberapa pejabat lainnya.

Pertemuan ini tuai kontroversi lantaran status Ahok yang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Islam bisa bertemu dengan Raja Arab Saudi yang notabene merupakan pimpinan tertinggi di pusatnya agama Islam di dunia.

Foto saat Ahok jabat tangan dengan Raja Salman dituding hoax.Ada yang membandingkan dua foto dan foto yang disebar tersebut menyatakan kalau foto tersebut hoax. Padahal foto tersebut dijepret oleh fotografer istana.

Raja Salman saat menjabat tangan para pejabat hanya sekilas dan biasa namun berbeda ketika menjabat tangan Menteri agama (Menag) dan Ahok. Saat menjabat tangan kedua sosok ini tangan Raja Salman lalu ditarik ke dada. Jabat tangan dengan cara tersebut hanya dilakukan pada Menag dan Ahok.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditemani Ahok menyambut Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud di Bandara Halim Perdanakusuma. Seperti diketahui saat ini Ahok menyandang status terdakwa kasus dugaan penistaan agama.

Keberadaannya dengan sejumlah tokoh sering jadi sorotan, seperti saat semobil dengan Presiden Jokowi. Namun kali ini ia justru turut menyambut kedatangan Raja Arab Saudi.

Duta besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, mengungkapkan alasan Raja Arab Saudi baru kembali dalam jangka waktu yang lama.

Raja Arab Saudi kembali mengunjungi Indonesia setelah 47 tahun. Sebelumnya, Raja Faisal bin Abdulaziz mengunjungi Indonesia pada tahun 1970.

Menurut Dubes Arab Saudi, hal ini disebabkan karena selama ini hubungan Indonesia dan Arab Saudi berjalan dengan baik sehingga tidak ada situasi yang memaksa adanya pertemuan.

“Kedua negara memiliki hubungan yang sangat baik dan stabil sehingga baru kali ini melakukan kunjungan,” kata Osama dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (28/2/2017).

Selain itu, lanjut Osama, kunjungan ini juga sekaligus merupakan rangkaian perjalanan Raja Salman ke Asia. Sebelum ke Indonesia, Raja Salman terlebih dahulu mengunjungi Malaysia.

“Ini terkait tur Raja Salman ke Asia, dan kita anggap kunjungan ke Indonesia adalah kunjungan yang sangat penting. Rakyat Indonesia juga menanti kunjungan ini,” ucap Osama.

Selain itu, lanjut Osama, kunjungan Raja Salman bertujuan untuk memenuhi undangan dari Presiden Joko Widodo. Raja Salman memutuskan memenuhi undangan guna meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.

“Kunjungan ini sekaligus memastikan beberapa perjanjian kedua negara yang menunjukkan betapa hubungan Saunesia (Saudi-Indonesia) sangat baik,” ujarnya.

Raja Salman akan berada di Jakarta dan melakukan berbagai kegiatan lain hingga 4 Maret. Setelah itu, barulah Raja Salman dan rombongan yang terdiri atas 1.500 orang berlibur di Bali hingga tanggal 9 Maret. (VOAI/Tribunnews)

Related posts

Leave a Comment