Kebrutalan di Yaman untuk Lindungi Kepentingan Saudi, UEA dan AS

VOA-ISLAMNEWS.COM, YAMAN – Pemimpin gerakan Ansarullah Houthi mengatakan agresi militer Arab Saudi terhadap Yaman bertujuan untuk menginstal sebuah rezim boneka yang melayani kepentingan kerajaan. (Baca: Pasukan Saudi Macan Kertas)

Abdul Malik Badreddin al-Houthi mengatakan dalam sebuah pidato televisi di Sana’a, pada hari Jumat (31/03/2017) bahwa agresor mencari cara untuk menginstal sebuah rezim boneka yang lemah di Yaman untuk melindungi kepentingan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab serta sekutunya yaitu Amerika.

Dia menambahkan bahwa Amerika Serikat dan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab berusaha untuk mendominasi kekayaan dan wilayah Yaman serta selat Bab-al-Mandeb. (Baca: Houthi: Amerika, Israel Tuan, Saudi dan Teroris Adalah Budak Kejahatan)

Pemimpin Ansarullah ini lebih lanjut mengatakan orang Yaman akan melanjutkan perjuangan mereka sampai mereka membebaskan semua wilayah Yaman. Orang-orang Yaman tidak akan menyerah pada pendudukan dan penjajahan, kata Houthi.

Dia juga membantah tuduhan bahwa perang Saudi bertujuan untuk melawan pengaruh Iran, dan menggarisbawahi bahwa perang ini bukan terhadap Iran tetapi perang melawan bangsa Yaman. Pemimpin Houthi juga memuji sikap terhormat Iran terhadap orang-orang Yaman. (Baca: Houthi: Jika Tetap Ganggu Yaman, Saudi Tidak Akan Kami Buat Tenang)

Arab Saudi telah memimpin kampanye mematikan dan genosida terhadap Yaman sejak Maret 2015 dalam upaya untuk mengembalikan kekuasaan Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi, presiden yang telah mengundurkan diri, dan menghancurkan negaranya sendiri. Riyadh telah gagal untuk mencapai tujuannya di Yaman, dan menderita kekalahan telak sebagai akibat dari perlawanan bangsa Yaman dan serangan balasan oleh para pejuang negara itu.

Kampanye ini telah merusak infrastruktur Yaman. Sumber lokal telah menyebutkan korban tewas akibat agresi brutal yang dilancarkan Saudi mencapai lebih dari 12.000 jiwa, termasuk wanita dan anak-anak.  (Voai)

Related posts

Leave a Comment