Kemenlu RI: Serangan ke Suriah Tak Direstui PBB, AS Langgar Hukum Internasional

Posisi Indonesia tentu mengutuk penggunaan senjata kimia yang memakan banyak korban termasuk anak-anak. Sebagai negara yang menandatangani konvensi senjata kimia, Indonesia menolak penggunaan senjata kimia di manapaun,” ujar Arrmanatha di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (7/4/17).

“Indonesia prihatin atas tindakan unilateral atas alasan apapun. Tindakan militer yang tidak mendapatkan persetujuan dari DK PBB, tidak sejalan dengan hukum internasional,” tegas Arrmanatha.

Arrmanatha mengatakan, Indonesia turut prihatin dengan serangan rudal yang merupakan respons AS atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Presiden Bashar Assad tersebut.

“Indonesia prihatin atas serangan unilateral yang dilakukan pihak mana pun, termasuk penggunaan puluhan rudal Tomahawk sebagai respons penggunaan senjata kimia di Suriah,” katanya.

Arrmanatha menegaskan, serangan militer tak akan dapat menyelesaikan konflik dan situasi di Suriah. Menurutnya, stabilitas dan perdamaian Suriah dapat tercapai melalui dialog antar negara dan proses politik yang inklusif.

Karena itu, lanjutnya, Indonesia menekankan pentingnya seluruh negara terkait menghentikan kekerasan dan menghormati serta melindungi HAM dalam menyelesaikan konflik Suriah.

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga terus mengharapkan dibukanya akses kemanusiaan di Suriah. Untuk hal ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terus melakukan koordinasi dengan Perwakilan Tinggi RI di PBB, untuk mengambil langkah agar situasi di Suriah bisa segera diselesaikan. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment