Ketua Ulama Pakistan: Agresi Brutal Saudi di Yaman Bukan Bela Islam atau Arab

VOA-ISLAMNEWS.COM, ISLAMABAD – Berbagai partai politik Pakistan telah menyatakan keprihatinan serius mereka atas penunjukan mantan kepala militer, Jenderal (purnawirawan) Raheel Sharif, sebagai komandan aliansi militer yang dipimpin Saudi. (Baca: Kau Syiah kan Ulama Sunni, Kau Sunni kan Ulama Wahabi)

Ia mengatakan bahwa aliansi militer pimpinan Saudi sama sekali bukan untuk kepentingan Arab atau Muslim, tetapi aliansi ini bertujuan untuk destabilisasi negara-negara Arab Muslim.

Para pemimpin Sunni Ittehad Council dan Majlis Wahdat-e-Muslimin Pakistan (MWM) dalam konferensi pers mereka mendesak Raheel Sharif menolak pekerjaan baru itu karena bisa memiliki implikasi serius bagi Pakistan.

Ketua Ulama Sunni (Aswaja) Ittehad Council, Sahibzada Hamid Raza, menambahkan bahwa pemerintah menyembunyikan fakta tentang pengangkatan Jenderal (purnawirawan) Raheel Sharif sebagai komandan aliansi militer yang dipimpin Saudi.

“Kami sangat menentang keputusan Raheel Sharif dan kami meminta dia untuk mempertimbangkan kembali keputusannya,” kata pemimpin agama itu. (Baca: Ulama Fallujah: Kedok Busuk Teroris Tegakkan Syariat Ala Mereka Bukan Ala Islam)

Ia mengatakan jika ia (Raheel Sharif) bergabung dengan aliansi militer pimpinan Saudi, ia akan kehilangan prestise dan kredibilitas yang ia telah ia dapatkan saat meluncurkan operasi terhadap teroris Takfiri di Pakistan.

Ia mengatakan bahwa aliansi militer pimpinan Saudi sama sekali bukan untuk kepentingan Arab atau Muslim, tetapi aliansi ini bertujuan untuk destabilisasi negara-negara Arab Muslim.

Hamid Raza juga mengkritik pemerintah Pakistan karena mengizinkan Jendral (pensiunan) Raheel Sharif memerintah aliansi militer yang kontroversial itu.

Sementara itu,Sekretaris Jenderal Majlis Wahdat-e-Muslimin Pakistan (MWM), Allama Raja Nasir Abbas Jafri mengungkapkan pandangannya mengatakan bahwa Jenderal (purnawirawan) Raheel Sharif tidak mengambil keputusan yang bijaksana. Ia menambahkan mayoritas warga Pakistan menentang keputusan mantan panglima militer tersebut. (Baca: Teroris Wahabi Ledakkan Makam Waliyullah Habib Hasan Al-Bahar Yaman)

Pemimpin agamaitu  menambahkan bahwa selama dua tahun terakhir Arab Saudi telah melakukan kejahatan perang di Yaman dan aliansi ini dibentuk untuk mengejar perang Saudi di Yaman.

“Mengapa mereka tidak membentuk aliansi melawan rezim Zionis untuk membebaskan tanah Palestina?” tanyanya.

Dia sangat percaya bahwa Jenderal (purnawirawan) Raheel Sharif tidak harus menjadi bagian dari aliansi kontroversial, menambahkan bahwa keputusan seperti itu juga bisa merusak reputasi dan penghargaan yang telah ia terima selama masa jabatannya sebagai kepala pasukan.

Ia mengatakan bahwa negara-negara yang sedang berperang melawan Daesh dan mengalahkan kelompok teroris itu tidak termasuk dalam aliansi militer. “Ini adalah aliansi yang dipimpin Amerika,” katanya.

Allamah Raja Nasir Abbas Jafri mengatakan bahwa setiap aliansi dibentuk di bawah OKI akan diterima oleh semua negara-negara Islam. (Baca: Ulama Yaman Bersatu Lawan Koalisi Arab Pimpinan Saudi)

Para analis Pakistan, mantan diplomat dan partai-partai oposisi juga mengkritik langkah baru pemerintah Pakistan yang mengeluarkan NOC (Sertifikat Tidak Keberatan) kepada mantan kepala militer Jenderal (Purn) Raheel Sharif untuk mengomandoi aliansi militer kontroversial yang dipimpin Saudi.

Pada bulan April 2015, setelah perdebatan selama seminggu yang luar biasa, parlemen Pakistan dengan suara bulat menyetujui resolusi yang mendesak pemerintah untuk tetap netral dalam menghadapi tuntutan dari Riyadh untuk bergabung dalam kampanye militernya di Yaman. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment