Koalisi AS Bantai Warga Sipil Mosul Irak, PBB Hanya Nyatakan Prihatin

 Minggu, 26 Maret 2017,

VOA-ISLAMNEWS.COM – MOSUL – PBB mendesak semua pihak untuk menghentikan operasi anti-teroris di Mosul, dan  menahan diri dari “penggunaan senjata” setelah laporan oleh saksi mata yang mengatakan ratusan warga sipil tewas atau terkubur di bawah reruntuhan pasca serangan koalisi AS. PBB mengungkapkan keprihatinan mendalam atas tingginya jumlah korban sipil di distrik al-Jadida, Irak, lingkungan padat penduduk di Mosul. Laporan awal menyebutkan ratusan orang tewas,” Farhan Haq, wakil juru bicara Sekjen PBB, mengatakan dalam konferensi pers, pada Jumat (24/03/2017). (baca juga: Lebih dari 230 Tewas di Bawah Reruntuhan Setelah Serangan Udara AS di Mosul)

Sejak dirilis video dari buntut serangan udara pada Jumat pagi, menunjukkan puluhan mayat yang ditarik dari puing-puing perumahan yang hancur total. “Kami menyadari laporan tentang serangan udara di Mosul yang mengakibatkan korban sipil,” Eric Phahon, juru bicara Pentagon, mengatakan dalam sebuah pernyataan, yang dikutip oleh Fox News, yang mengakui bahwa koalisi AS telah melakukan serangan udara baru-baru ini di Mosul.

Sebelumnya, Combined Joint Task Force (CJTF) untuk Operasi Resolve Inherent mengatakan dalam sebuah email ke RT bahwa proses penyelidikan akan “memakan waktu” dikarenakan sebagian laporan yang saling bertentangan yang menyebutkan bahwa serangan udara tersebut antara 17 Maret dan 23 Maret. Sementara itu, koalisi pimpinan AS telah “membuka penyidikan korban tewas,” seperti yang dikutip oleh AP.

Lise Grande, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Irak, mengatakan bahwa diri “terpana atas pembantaian warga sipil,” dan menyampaikan pesan belasungkawa. Grande juga meminta pihak yang terlibat berperang di Irak untuk mematuhi hukum kemanusiaan internasional. “Semua pihak wajib melakukan segala kemungkinan untuk melindungi warga sipil,” tegasnya, dan mengutuk taktik jihadis yang menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia. (Baca juga: Serangan Udara AS di Mosul Tewaskan Ratusan Warga Sipil)

Sementara pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, mengatakan pada Los Angeles Times bahwa data awal menunjukkan dampak dari serangan berat dilaporkan mungkin hasil dari serangan jet yang menarget truk berisi bahan bakar atau bahan peledak. 

Lebih dari 200 warga sipil telah tewas dalam serangan udara di barat Mosul, di mana pasukan Irak yang didukung oleh koalisi pimpinan AS terus memukul mundur teroris ISIS. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment