Korut Sebut AS Penyebab Perang Nuklir di Asia Pasifik

Ketegangan “antara DPRK dan AS telah berlangsung selama lebih dari setengah abad … histeria agresi AS tidak pernah mencapai ketinggian seperti itu dan situasi di semenanjung Korea tidak pernah mendekati ambang perang nuklir seperti pada periode tersebut. Dari latihan baru-baru ini”, kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut pada hari Senin menanggapi latihan perang Angkatan Laut AS dan Korea Selatan.

Juru bicara Kemlu DPRK tersebut menambahkan bahwa sehubungan dengan tekanan AS yang meningkat terhadap Pyongyang, Korea Utara akan mulai meningkatkan nuklirnya dengan kecepatan maksimal. (Baca: Korut Bentuk Pasukan Nuklir Super Elit)

Dia lebih jauh mencatat bahwa “kekuatan nuklir” Korut adalah satu-satunya yang berdiri di hadapan AS untuk melakukan “tindakan agresi yang sama di Korea seperti yang dilakukan terhadap negara-negara lain.” Juru bicara tersebut juga mencatat bahwa AS adalah “raja agresi dan perang, serta pelecehan terhadap perdamaian.”

Ketegangan dengan Korea Utara dan Amerika telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Washington telah berulang kali memperingatkan “semua opsi ada di atas meja” mengenai Pyongyang.

AS baru-baru ini mengerahkan kapal induk USS Carl Vinson ke perairan Semenanjung Korea dalam sebuah pertunjukan kekerasan. Kapal selam nuklir USS Michigan bergabung dengan kelompok kapal perang lainnya pada awal pekan ini. (Baca: Rudal Balistik Korut Mampu Menjangkau AS)

Pyongyang, yang sudah berada di bawah serangkaian sanksi atas program rudal dan nuklirnya, mengatakan bahwa pihaknya sedang mengembangkan senjata sebagai pencegahan terhadap ancaman AS. Korea Utara juga mengatakan bahwa pihaknya tidak akan meninggalkan program rudal dan nuklirnya kecuali AS mengakhiri permusuhannya terhadap Pyongyang.

Korut yang sejauh ini telah melakukan lima uji coba nuklir yang dikonfirmasi dan uji coba rudal lainnya, diyakini tengah bersiap untuk uji coba senjata nuklir keenam. Sementara Pyongyang tidak menembakkan rudal ke negara-negara lain, Pyongyang juga telah berjanji akan melakukan tindakan yang kuat -termasuk serangan rudal terhadap Korea Selatan- jika diserang oleh Korsel dan AS. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment