Menlu AS Kunjungi Beijing, Harapkan Kerjasama dalam Isu Korut

Rabu, 15 Maret 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, Washington – Rex Tillerson Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) akan memulai tur ke beberapa negara di Asia pekan ini. Isu ancaman nuklir dan rudal balistik Korea Utara (Korut) tampaknya akan menjadi salah satu bahasan yang akan dibawa mantan eksekutif perusahaan minyak itu.

Selain mengunjungi Jepang dan Korea Selatan (Korsel) sebelum bertolak ke Beijing di mana Tillerson akan memastikan rencana kunjungan Presiden Xi Jinping ke AS yang direncanakan terjadi pada April 2017. Selain rencana pertemuan kedua pemimpin negara kekuatan dunia itu, Dia juga diperkirakan akan mencoba membujuk China untuk lebih keras menekan Korut agar menghentikan program persenjataannya.

Tetapi, banyak yang berpendapat peluangnya untuk melakukan hal itu sangat kecil. Hal ini disebabkan sikap Beijing yang berang dengan penempatan sistem anti rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) AS di Korsel. THAAD yang ditempatkan di Seongju pekan lalu tidak hanya mendapatkan tentangan dari China tetapi juga dari dalam negeri Korsel.

Pemerintah AS telah menegaskan sikapnya terhadap THAAD sama sekali tak bisa dinegosiasikan, tetapi berharap ada kelonggaran di bidang lain untuk merayu China bekerjasama dalam isu Korut.

“THAAD tidak dapat dinegosiasikan. Ini adalah salah satu hal di mana Beijing harus beradaptasi atau terus menerus marah. Tapi ini adalah kesempatan untuk menandai apa yang kita butuhkan dari China dan mendengar apa yang mereka ingin lihat dari kita sebagai gantinya,” kata seorang pejabat AS sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (15/3/2017).

China keberatan dengan kehadiran THAAD di Korsel karena dapat jangkauan radarnya dapat menembus wilayah China. Negeri Tirai Bambu juga telah meminta AS dan Korsel untuk menghentikan latihan militer gabungannya sebagai ganti dihentikannya aktivitas nuklir dan rudal Korut. Usulan yang ditolak baik oleh Washington dan Seoul.(VOAI/Okezone)

Related posts

Leave a Comment