Negara yang Fasilitasi Teroris ke Pengadilan Internasional Akan Digugat Suriah

Rabu, 22 Maret 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, DAMASKUS – Damaskus akan mengajukan gugatan terhadap pengadilan lokal dan internasional setelah puluhan dokumen disiapkan, yang membuktikan kejahatan terhadap rakyat Suriah yang dilakukan oleh individu maupun negara, kata Menteri Kehakiman Suriah Najm Hamad Ahmad.

Ahmad mencatat bahwa Pengadilan Suriah menganggap kejahatan teroris sebagai tindak pidana, sedangkan Presiden Suriah Bashar Assad telah mengadopsi sejumlah keputusan amnesti kepada militan yang menyerah dan menyerahkan senjata mereka, “yang terdiri dari ribuan orang.”

“Ada puluhan dokumen yang membuktikan bahwa kejahatan itu dilakukan di Suriah. Gugatan akan diajukan ke pengadilan lokal, regional atau internasional terhadap individu dan negara-negara asing yang mendukung teroris di Suriah,” kata Ahmad kepada Sputnik.

“Mereka yang mendapatkan amnesti telah kembali pada kehidupan normal, kembali ke tempat kerja atau di institusi tertentu. Banyak dari mereka yang bergabung dengan tentara Suriah. Jumlah mereka yang menerima amnesti mencapai 4.476 orang pada tahun 2016. Kami sedang bekerja pada rekonsiliasi di tingkat lokal untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di seluruh Suriah,” kata Ahmad.

Suriah dalam keadaan perang saudara selama hampir enam tahun, pasukan pemerintah memerangi kelompok pemberontak dan teroris dari berbagai negara yang bertujuan menggulingkan Assad. [Voai]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment