Nikki Haley: Amerika Siap Serang Kembali Suriah

VOA-ISLAMNEWS.COM, NEW YORK – Amerika Serikat mengancam akan melakukan aksi militer lebih lanjut di Suriah menyusul serangan rudal pada sebuah pangkalan udara Homs dalam menanggapi dugaan serangan kimia yang dituduhkan pada pemerintah. (Baca: CNN Sebarkan Propaganda Barat dan Berita Palsu Tentang Iran dan Suriah)

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menyampaikan pernyataan sekaligus peringatan pada hari Jum’at selama sidang darurat Dewan Keamanan PBB di markas besar PBB di New York City.

“Amerika Serikat mengambil langkah yang sangat di ukur tadi malam,” cetusnya. “Kami siap untuk melakukan lebih, tapi kami berharap itu tidak akan diperlukan.”

Militer AS menembakkan 59 rudal Tomahawk ke pangkalan udara al-Shayrat di provinsi Homs, barat Suriah pada Jumat pagi.

Rudal-rudal itu diluncurkan dari kapal perusak USS Porter dan USS Ross di laut Mediterania. Serangan itu menewaskan sembilan warga sipil, termasuk empat anak pada hari Jumat, menurut kantor berita Suriah SANA.

Presiden AS Donald Trump memerintahkan peluncuran serangan hanya sehari setelah ia menuding Presiden Suriah Bashar al-Assad atas serangan mematikan yang menewaskan sedikitnya 70 orang di kota Khan Shaykhun, provinsi Idlib. (Baca: Militer Suriah Bantah Penggunaan Senjata Kimia di Idlib)

Presiden Trump mengatakan operasi itu sebagai tanggapan atas serangan kimia di provinsi Idlib. Pemerintah Suriah telah membantah keras atas serangan itu.

Haley mengatakan kepada Dewan Keamanan, “Kami sepenuhnya dibenarkan dalam melakukannya.”

“Amerika Serikat tidak akan lagi menunggu Assad menggunakan senjata kimia tanpa konsekuensi apapun,” katanya tanpa memberikan sedikit pun bukti untuk mendukung klaimnya. “Hari-hari itu berakhir.”

“Assad melakukan ini karena dia pikir dia bisa lolos dengan itu,” katanya. “Dia pikir dia bisa lolos dengan itu karena dia pikir Rusia pasang badan,” Sputnik melaporkan. (Baca: Zakharova: Ini Bukti Pengkhianatan Amerika di Suriah)

Sementara itu, Rusia yang meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada hari Jum’at, mengecam langkah AS karena melanggar hukum internasional dan melakukan “tindakan agresi” terhadap Suriah.

“Amerika Serikat menyerang wilayah berdaulat Suriah,” Wakil Duta Besar Rusia Vladimir Safronkov untuk PBB mengatakan kepada dewan. “Kami menegaskan bahwa serangan ini sebagai pelanggaran besar terhadap hukum internasional dan tindakan agresi”. “Ini tidak sulit untuk membayangkan roh teroris telah dibesarkan setelah dukungan dari Washington,” katanya.

Militer AS mengklaim lapangan terbang yang ditargetkan pada hari Jum’at telah digunakan untuk menyimpan senjata kimia dan pesawat Suriah.

Sementara Damaskus mengajukan diri untuk menghancurkan persediaan senjata kimia pada 2014 setelah serangan beracun di luar ibukota yang direkayasa oleh teroris. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment