Observatorium: Bentrokan antar Militan Takfiri, Puluhan Teroris Tewas

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa 40 militan tewas setelah bentrokan meletus antara kelompok teror Jaish al-Islam dan dua kelompok sekutu Jabhat Fateh al-Sham, yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra, dan Faylaq Al-Rahman, di wilayah Ghouta Timur pada hari Jumat pagi, kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan.

“Sedikitnya 15 orang tewas di antara jajaran Jaish al-Islam dan 23 lainnya dari kubu Faylaq Al-Rahman dan Jabhat al-Nusra” serta dua warga sipil, kelompok pemantau tersebut mengatakan lebih lanjut, dan menambahkan bahwa setidaknya 70 militan lainnya menderita luka-luka dalam bentrokan tersebut.

Mengutip sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kelompok Jaish al-Islam yang didukung Saudi, kelompok pemantau mengatakan bahwa bentrokan-bentrokan tersebut, yang masih berlangsung, terjadi setelah saingan kelompok teror tersebut menangkap sebuah konvoi menuju pinggiran strategis al-Qaboun di Damaskus untuk menghadapi tentara pemerintah.

Kelompok militan Faylaq al-Rahman, dalam sebuah pernyataan membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa Jaish al-Islam telah “bersiap-siap dalam beberapa minggu” untuk melakukan serangan terhadap militannya di wilayah Ghouta Timur. Mereka juga menambahkan bahwa salah satu komandannya tewas dalam bentrokan pada hari Jumat kemarin.

Laporan mengatakan bahwa bentrokan antara kedua faksi Takfiri juga meletus di kota Madira, Beit Sawa, Arbin, Kafr Batna, Hazza dan Zamalka.

Bentrokan antara kelompok militan yang bersaing di Suriah cukup umum terjadi. Pada bulan Februari, dua kelompok teror yang sebelumnya sekutu Jabhat Fateh al-Sham dan Jund al-Aqsa, yang dikatakan sebagai afiliasi ISIS, terlibat dalam pertikaian mematikan yang menewaskan hampir 70 militan dari kedua belah pihak di provinsi barat laut Idlib.

Pada bulan Januari, puluhan militan tewas setelah teroris Fateh al-Sham terlibat dalam pertempuran 10 hari dengan faksi militan lainnya di provinsi yang sama.

Pada Mei tahun lalu, pertikaian antara militan Jaish al-Islam dan Faylaq al-Rahman menewaskan lebih dari 500 teroris dari kedua belah pihak dan merenggut nyawa 10 warga sipil, termasuk empat anak.

Jaish al-Islam adalah kelompok Takfiri yang dominan di Ghouta Timur. Salah satu pemimpin kelompok tersebut, Mohammad Alloush, telah menjadi salah satu negosiator senior dari kelompok oposisi yang disebut dalam perundingan damai di Swiss dan Kazakhstan.

Selama hampir enam tahun, Suriah telah memerangi militansi yang disponsori Barat dan sekutu regionalnya. [Voai]

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment