Pasca Pemboman Bus, Teroris Culik 200 Pengungsi

Senin, 17 April 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, ALEPPO – Lebih dari 200 warga sipil dari Fuah dan Kafraya telah hilang di lingkungan Rasyidin setelah mereka seharusnya masuk ke wilayah yang dikendalikan pemerintah di Aleppo kemarin. Sayangnya, sebagian besar orang yang hilang adalah perempuan. (Baca juga: Krisis Suriah Jadikan Timur Tengah Banjir Darah)

Menurut sumber Al-Masdar News, warga dari Fuah dan Kafraya yang hilang itu diyakini telah diculik oleh kelompok teror Hay’at Tahrir Al-Sham (HTS), sebuah faksi yang berafiliasi dengan pemberontak Al-Qaeda yang diduga kuat telah melakukan pembunuhan 126 warga sipil dalam serangan bom mobil kemarin. Spekulasi berkembang bahwa mereka akan digunakan untuk melaksanakan operasi bendera palsu berikutnya yang akan dipakai untuk memfitnah pemerintahan Asad. Bisa jadi serangan kimia.

Sebelumnya, Sputnik melaporkan bahwa teroris menghalangi para korban dibawa ke wilayah dibawah kekuasaan pemerintah, Koresponden TV Al-Alam juga mengatakan bahwa kelompok teroris mengangkut korban luka-luka dari pengungsi Foua dan Kefraya dengan menggunakan sejumlah besar ambulans Turki. (Baca juga: Analis Politik Mesir: Turki Pecundang Utama dalam Krisis Suriah)

Mereka membawa para korban ke Turki melalui jalur Bab Al-Hawa dan sebaliknya mereka mencegah sejumlah ambulans dari pemerintah yang akan membawa korban ke rumah sakit di Aleppo, yang lebih dekat dan seharusnya mengurangi resiko kematian pada para korban yang dalam kondisi kritis.

Seorang saksi mata mengatakan bahwa HTS memikat anak-anak untuk mendekati mobil bom itu dengan permen dan keripik, seolah mobil itu membawa banyak bahan makanan serupa sebelum meledakkan bom berdaya ledak besar sehingga menewaskan 68 anak-anak dalam insiden yang terlalu mengerikan untuk digambarkan tersebut.

Meskipun kesepakatan evakuasi tidak berjalan sesuai rencana, 55 bus dari Zabadani dan Madaya tetap melakukan perjalanan dan mencapai Idlib sementara 73 bus dari Fuah dan Kafraya mencapai Aleppo pada hari Minggu malam saat ribuan warga sipil keluar dari kantong-kantong pemberontak untuk masuk ke wilayah pemerintah. Kesepakatan Madaya-Fuah disetujui bulan lalu. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment