Pembantaian Terbuka di Yaman oleh Arab Saudi

“Bom-bom bagai hujan turun setiap hari di Yaman, yang menunjukkan penghinaan mutlak bagi kehidupan warga sipil,” Jean-Pierre Delomier dari Handicap International mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama dengan 5 kelompok bantuan kemanusiaan lainnya, Rabu (22/03/2017).

“Setiap hari tim kami, ketika mereka berhasil mencapai warga sipil, melihat tekanan fisik dan psikologis serta trauma,” katanya, dan menambahkan, “pembantaian terbuka ini adalah tidak layak era kita saat ini,” kantor berita Sputnik melaporkan.

Kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan mengatakan sekitar 19 juta warga Yaman, atau 60 persen dari penduduk negara itu, menderita kerawanan pangan. Tiga juta perempuan dan anak bergulat dengan gizi buruk.

Perang brutal yang dilancarkan Arab Saudi bersama koalisinya telah membuat “kelompok-kelompok kemanusiaan kesulitan dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan,” kata Helene Queau, kepala operasi Premiere Urgence Internationale, pada konferensi pers di Paris, dan menambahkan bahwa serangan udara Saudi telah “menghancurkan seluruh” infrastruktur, transportasi dan akses rumit ke pelabuhan dan bandara, France 24 melaporkan.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa kehadiran kelompok teroris al-Qaeda di Yaman telah menjadi ancaman keamanan bagi negara miskin itu.

Al-Qaeda di Semenanjung Arab telah memperkuat pijakannya di Yaman setelah kampanye militer Saudi terhadap negara tetangga yang miskin.

Seorang wanita Yaman duduk di trotoar selama protes terhadap perang brutal Arab Saudi di Yaman di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di ibukota Sana’a, pada 18 Maret 2017 (Foto oleh AFP)

Arab Saudi juga telah memberlakukan blokade laut, darat dan udara di Yaman untuk mencegah pasokan bantuan mencapai warga sipil di seluruh negeri.

“Kami menyerukan kepada masyarakat internasional dan pihak yang berperang untuk meningkatkan upaya akses ke warga sipil,” kata Queau.

Dalam pernyataan bersama itu, mereka juga mengutuk rezim Riyadh yang sembrono dalam menggunakan bom curah pada warga sipil dalam agresi militer mematikan di Yaman.

LSM, termasuk dokter Dunia dan Solidarites International mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa infrastruktur kesehatan Yaman menghadapi kolaps.

Laporan menyebutkan bahwa sejak Oktober tahun lalu, sekitar 20.000 orang terkena kolera dan sekitar 100 dari mereka meninggal akibat penyakit tersebut.

Menurut koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman, Jamie McGoldrick, kampanye militer Saudi telah merenggut nyawa lebih dari 10.000 orang Yaman dan melukai 40.000 lainnya.

Sumber lokal Yaman menyebutkan korban tewas lebih dari 12.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak. [Voai]

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment