Penggalian Tanah oleh Zionis-Yahudi Terus Dilakukan, Masjidil Aqsha Longsor

VOA-ISLAMNEWS.COM, PALESTINA – Menurut sebuah sumber lokal melaporkan bahwa pada hari minggu (26/02) telah terjadi longsor di Husy Beydoun di kota Silwan, selatan mesjid al-Aqsa karena penggalian yang terus dilakukan oleh komunitas Zionis yang menduduki wilayah tersebut, sebagaimana yang diungkapkan warga setempat. (Baca: Pemukim Zionis Israel Bobol Pintu Gerbang Masjidil Aqsha)

Sumber-sumber di Palestina mengatakan banyak jalan-jalan di kota Silwan, terutama jalan-jalan di wilayah Wadi Hilwah yang dekat dengan dinding selatan masjid al-Aqsa yang setiap tahun mengalami longsor, serta mengalami keretakan pada beberapa bagian tanah dan bangunan serta bangunan-bangunan warga yang disebabkan penggalian yang terus menerus dilakukan pemukim Zionis di bawah pengawasan dan dukungan dari otoritas pendudukan Zionis untuk membagi beberapa terowongan menuju Masjid al-Aqsa dan halaman dari dinding ratapan serta wilayah sekitarnya, dengan maksud utama yakni untuk melenyapkan simbol Arab Islam dan menghidupkan kembali mitos kuil Sulaiman dan dongeng palsu Talmud. (Baca: Negara Arab Upayakan Kudeta Baru di Timur Tengah Untuk Alihkan Isu Palestina)

Sebenarnya, upaya Zionis-Israel untuk melenyapkan situs Islam ini dan menghancurkan Masjid al-Aqsha sudah lama diketahui dunia. Mereka berkeinginan untuk membangun kembali Kuil Sulaiman (The Solomon Temple), di atas reruntuhan Masjidil Aqsha. Kuil Sulaiman diyakini dibangun tahun 960 SM oleh Nabi Sulaiman as., 370 tahun kemudian bangsa Babylonia menginvasi Yerusalem dan menghancurkan kuil tersebut. Dan cita-cita kaum Zionis-Yahudi untuk membangun kembali Kuil Sulaiman terus terpelihara dengan baik di dalam memori bangsanya. Dan atas klaim sepihak, kaum Zionis ini mengatakan bahwa di bawah tanah Masjid al-Aqsha inilah Kuil Sulaiman berdiri. Sebab itu, mereka mengatakan tidak ada pilihan lain kecuali menghancurkan Masjidil Aqsha dan kemudian membangun kembali Kuil Sulaiman di atasnya. Bagi kaum Zionis, Kuil Sulaiman merupakan pusat dunia dan pemerintahan segala bangsa.

Dari sisi hukum internasional, upaya penghancuran Masjidil Aqsha juga tidak bisa dibenarkan. Berdasarkan Resolusi DK-PBB Nomor 242 dan beberapa resolusi lainnya, rezim Zionis Israel wajib melindungi masjid ini dan menuntut Zionis agar mundur dari seluruh wilayah Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza, dan menyerahkan wilayah itu kepada penduduk aslinya yang tak lain adalah rakyat Palestina. Namun dalam tataran praktek, resolusi ini tidak dijalankan. (Baca: KEJAM, Israel Racuni Warga Palestina dengan Pestisida Berbahaya)

Selain itu, pada Oktober 2016 lembaga kebudayaan di bawah payung Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (UNESCO) juga telah mengeluarkan keputusan untuk mengadopsi resolusi terkait daerah pendudukan Yarusalem Timur. Resolusi itu mengkritik tajam kebijakan Israel yang diterapkan di kompleks Masjid al-Aqsa. Sementara itu, menurut laporan Haaretz, resolusi ini juga mengakui bahwa kota Yerusalem adalah kota suci bagi Islam, Kristen dan Yahudi. Namun Masjid Al Aqsha dan dinding al-Buraq yang diklaim kaum Zionis-Yahudi sebagai dinding ratapan hanya untuk umat Muslim.

Para pengamat mengatakan, keputusan UNESCO ini dianggap sebagai kemenangan bagi Palestina dan semua umat Islam di seluruh dunia. Berawal dari ini, akan ada solusi untuk masalah yang dihadapi Palestina. Yakni mengakhiri penjajahan yang dilakukan Israel dan mengembalikan hak-hak Palestina. Deputi Duta Besar Palestina untuk UNESCO, Mounir Anastas berkata, “(Resolusi) ini untuk mengingatkan Israel bahwa mereka telah menjajah Yarusalem Timur dan agar mereka berhenti melakukan semua pelanggaran termasuk penggalian arkeologi di sekitar tempat kegamaan”. Resolusi UNESCO juga mengutuk Israel karena membatasi akses umat muslim ke situs agama, dan juga agresi polisi dan tentara Israel. (Baca: Tentara Zionis Israel Hancurkan Rumah Warga Sipil Palestina dengan Buldozer)

Dan setelah melalui perdebatan sejarah antara Palestina dan Israel, Masjid al-Aqsa kini diakui sebagai peninggalan peradaban Islam oleh UNESCO sebagaimana yang pernah dilansir oleh Dailynewsegypt, pada bulan oktober 2016 silam. Namun dari sudut pandang Israel, masjid suci umat Islam itu berada di puncak Bait Allah yang menjadi lokasi berdirinya Kuil Sulaiman, situs peribadatan yang paling penting dan situs sakral bagi kaum Yahudi. Karenanya, hingga saat ini Israel masih menduduki wilayah tersebut. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment