Perusahaan Militer AS Terlibat Perdagangan Seks di Irak

Kamis, 04 Mei 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, BAGHDAD – Beberapa peneliti mengatakan bahwa sebuah perusahaan kontraktor militer AS yang bertugas melindungi sebuah pangkalan udara di Irak telah terlibat dalam perdagangan seks dan tindakan “nakal” lainnya.

Staf Sallyport Global, baik yang dulu maupun sekarang telah mengakui kepada dua mantan penyelidik internal tersebut bahwa firma yang bermarkas di Virginia dan telah menerima hampir 700 juta dolar dari Pentagon untuk mengamankan Pangkalan Udara Balad Irak bagi jet tempur F-16 itu telah mengabaikan penyelundupan alkohol, pencurian, pelanggaran keamanan dan perdagangan seks. The Associated Press melaporkan hal ini pada hari Rabu (03/04).

Robert Cole dan Kristie King, dua penyidik, yang mendapatkan bukti tersebut, mengatakan bahwa mereka dipecat oleh Sallyport setelah mengekspos skema tersebut.

Menurut Cole dan King, karyawan Sallyport terlibat dalam perdagangan manusia untuk tujuan pelacuran dan membiarkan empat pelacur ke pangkalan udara tersebut dengan menyamar sebagai pembantu rumah tangga.

Penyidik selanjutnya menuduh bahwa kasus penyelundupan alkohol oleh karyawan Sallyport membawa mereka ke sebuah lingkaran prostitusi di ibukota Baghdad. Informan mereka mengatakan bahwa karyawan kontraktor termasuk dalam lingkaran pelanggan reguler.

Staf Sallyport juga menyelundupkan pengiriman alkohol secara besar-besaran ke pangkalan udara tersebut yang melanggar peraturan militer. Beberapa karyawan, yang mengarahkan pesawat terbang di landasan pacu dan menangani kargo, sering muncul dalam keadaan mabuk saat bekerja.

Pengiriman alkohol begitu berat sehingga pesawat kargo bahkan sempat “oleng” saat mendarat. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment