Pilkada DKI Jakarta 2017 Diwarnai Islam Intoleran vs Islam Toleran

Kamis, 30 Maret 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Sungguh miris melihat perkembangan umat Islam di Pilkada DKI Jakarta 2017 ini. Umat Islam seakan terbelah menjadi 2 kelompok.

Kelompok pertama, sebagian masyarakat menyebutnya sebagai kelompok Islam Intoleran, ada juga yang menyebutnya sebagai kelompok Islam Radikal.

Kelompok ini seakan adalah kelompok pemilik surga yang sangat yakin saat meninggal akan masuk surga. Mereka menganggap diluar kelompok mereka adalah penghuni neraka. Orang yang berbeda agama dengan mereka, akan mereka katai dengan sebutan kafir. Yang sama-sama muslim pun jika berbeda pandangan politik dengan mereka akan disebut sebagai kaum munafik yang jenazahnya tidak boleh disholatkan. Tidak hanya itu, ulama ataupun ustadz yang berbeda pandangan dengan mereka, tak segan-segan dikatai sebagai ulama/ustadz sesat atau juga ulama/ustadz bayaran. Bahasa yang digunakan cenderung provokatif.

Adapun kelompok kedua, sebagaian masyarakat menyebutnya Islam Toleran. Kelompok ini menghargai perbedaan agama, pendapat ataupun pandangan politik orang lain. Mereka menghargai kebhinekaan dan cenderung menjaga persatuan, terutama NKRI. Kata-katanya biasanya meneduhkan dan tidak provokatif, serta selalu menjaga kedamaian. [Baca; Inilah Fakta Dibalik Maraknya Isu SARA di Pilkada Jakarta Menurut Intelijen]

Kaum intoleran adalah orang-orang yang sangat berbahaya dalam kehidupan bersama. Dengan kebencian, mereka bisa menyebarkan kerusakan dan kehancuran terhadap suatu cita-cita bersama dan juga hasil-hasil kerja yang diperjuangkan dengan darah dan airmata. Kaum intoleran itu bisa saja menggunakan berbagai taktik dan strategi propaganda. Termasuk menyebar ideologi kebencian mereka dengan dilapisi dan dibungkus penafsiran terhadap ajaran-ajaran agama. Karenanya, sama sekali tidak mudah untuk menghadapi mereka.

Yang harus dilakukan adalah mengantisipasi penyebaran intoleran, kebencian dan kedengkian itu sedini mungkin. Sama seperti kalau kita menghadapi serangan penyakit berbahaya, maka sejak dini kita siapkan vaksin anti virus, seperti polio, tbc, typhus, dll. [Baca; Virus Kebencian Wahabi Dalam Pilkada DKI]

Masyarakat harus diajak bersama-sama memerangi virus intoleran, kebencian dan kedengkian, selain pada tataran pribadi-pribadi. Para pendukung dan kebencian adalah manusia yang paling berbahaya bagi kemanusiaan dan peradaban. Dan karenanya harus kita sikapi dengan kritis sebelum malapetaka terjadi. [Pilkada DKI Jakarta 2017 Diwarnai Islam Intoleran vs Islam Toleran [Voai]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment