PM Belgia Sayangkan Putusan Nearanya dalam Mendukung Saudi

Jum’at, 28 April 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, BRUSSEL – Perdana Menteri Belgia Charles Michel menyesalkan keputusan negaranya untuk mendukung Arab Saudi dalam sebuah komite PBB mengenai hak-hak perempuan.

“Jika kami bisa mengulang dan jika kami memiliki kesempatan untuk mendiskusikannya di tingkat pemerintahan, tentu saja saya akan berpendapat bahwa kami tidak menyetujui hal ini,” ungkap Michel mengatakan pada hari Kamis (27/04) tentang pemungutan suara pada minggu lalu, menambahkan, “Saya menyesali pemungutan suara ini.” (Baca juga:Tak Masuk Akal, PBB Pilih Saudi Sebagai Anggota Komisi Status Perempuan)

Michel, yang sedang memberi penjelasan kepada parlemen, mengatakan bahwa diplomat yang mewakili Belgia di PBB dipaksa untuk mengambil keputusan yang terburu-buru dan bahwa dia belum benar –benar berkonsultasi dengan pemerintah di Brussels.

Arab Saudi Rezim Misoginis

Penunjukan Arab Saudi ke panel hak perempuan, yang mendapat dukungan 47 negara dari 54 negara, memicu kemarahan internasional yang besar. Pengawas PBB, sebuah organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Jenewa, mengecam pemungutan suara yang ironis dan tidak masuk akal itu, mengatakan bahwa Arab Saudi, pada dasarnya, adalah “rezim misoginis.”

“Diskriminasi Saudi terhadap perempuan itu kasar dan sistematis dalam hukum dan dalam praktiknya,” kata Direktur Eksekutif Pengawas PBB Hillel Neuer pada hari Minggu, mempertanyakan pengangkatan Arab Saudi, yang digambarkan sebagai “promotor terdepan dalam ketidaksetaraan gender,” untuk panel HAM tersebut. (Baca juga:Saudi Gunakan Petrodolar untuk Bungkam Kritik Internasional atas Kejahatan di Yaman)

Perempuan dicegah dari mendapat hak-hak sipil yang paling dasar di Arab Saudi. Negara ini satu-satunya negara di dunia yang melarang wanita mengemudi. Seorang wanita juga harus memiliki izin dari anggota keluarga laki-laki, biasanya ayah, suami atau saudara laki-laki – dalam kasus seorang janda, kadang-kadang anaknya – untuk mendapatkan paspor, menikah, bepergian, keluar dari penjara dan kadang-kadang bekerja atau mengakses Perawatan kesehatan di Arab Saudi. (Baca juga:Kerasnya Ideologi Wahabi Sebabkan 1000 Wanita Saudi Tinggalkan Kerajaan PerTahun)

Riyadh telah bergerak untuk meringankan beberapa pembatasan selama beberapa tahun terakhir dan wanita sekarang dapat diwakili dalam beberapa pemilihan lokal. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment