Putaran Pertama Pilpres Perancis Telah Usai, Macron Umumkan Kemenangan

Senin, 24 April 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, PARIS – Pendiri gerakan politik “En Marche!”, Emmanuel Macron, mengumumkan kemenangannya dalam putaran pertama pemilihan presiden Prancis, dengan mengatakan bahwa dia bertekad “menjadi presiden untuk semua rakyat Prancis.”

“Ketika negara kita menghadapi momen yang belum pernah terjadi sebelumnya, ditandai dengan terorisme, masalah ekonomi, penderitaan rakyat, warga Prancis telah memiliki pendapat mereka dan memberikan jawaban terindah dengan datang ke tempat pemungutan suara secara massal,” katanya di kantor pemilihannya. Di Paris pada hari Minggu malam.

“Mereka (rakyat) memutuskan untuk menempatkan saya di tempat pertama pada putaran pertama pemungutan suara ini, dan saya menghargai kehormatan dan tanggung jawab besar yang dianugerahkan kepada saya,” lanjut Macron sebagaimana dikutip TASS, Senin (24/04).

Dia menggambarkan pemungutan suara sebagai tonggak sejarah politik Prancis.

“Rakyat Prancis menolak kandidat dari dua partai besar yang memerintah negara tersebut dalam 30 tahun terakhir,” katanya. “Saya berterima kasih kepada Francois Fillon (dari Partai Republik) dan Benoit Hamon (dari partai Sosialis) atas dukungan tersebut.”

“Saat ini, teman-teman, kita perlu membuat Prancis lebih bersatu untuk menang dua minggu kemudian dan memerintah negara kita,” Macron menambahkan. “Mulai besok, saya akan melancarkan kampanye untuk menyatukan semua warga negara Prancis.”

Politisi tersebut, yang menata dirinya sebagai pemimpin progresif yang “tidak kiri dan kanan,” berjanji untuk menciptakan koalisi “kekuatan progresif” yang luas untuk dijalankan dalam pemilihan parlemen bulan Juni.

“Rakyat Prancis memilih untuk melihat pembaharuan, dan mulai sekarang kita akan dipandu oleh kebijakan serikat pekerja, dan akan terus berlanjut sampai pemilihan parlemen. Kami berpikir bahwa yang paling penting sekarang adalah terus berupaya agar Mendapatkan mayoritas seluas mungkin dan menyatukan semua kekuatan progresif, “katanya.

Dengan sekitar 40 juta surat suara dihitung, Macron memimpin pemilihan presiden Prancis dengan 23,54% suara, diikuti oleh pemimpin kanan Le Marine Le Pen dengan 22,33%. Negara ini memiliki lebih dari 45 juta pemilih terdaftar secara keseluruhan. Kementerian Dalam Negeri memperkirakan jumlah pemilih sekitar 70%. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment