Rusia: Serangan AS ke Suriah Buahkan Perang Nuklir

“Tindakan ini jauh melampaui Suriah, karena jelas, Rusia mendukung pemerintah sah Suriah dan mengambil bagian untuk skala tertentu dalam konflik ini. Oleh karena itu, serangan tersebut merupakan tindakan yang tidak hanya terhadap Suriah, tetapi juga melawan Rusia,” kata Mikhail Yemelyanov.

“Selain itu, ketika Amerika menyerang pangkalan udara militer, mereka tidak tahu apakah warga negara kita ada atau tidak di sana. Jadi, situasi ini dapat menyebabkan setidaknya pengulangan ‘Krisis Misil Kuba’ yang hampir mendorong dunia ke tepi perang nuklir,” tambahnya.

Yemelyanov lebih lanjut mengutuk “kebohongan” yang dibuat-buat atas pemerintah Suriah yang diklaim bertanggung jawab atas insiden serangan kimia di kota Khan Shaykhun, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 80 orang, pada 4 April lalu. (Baca: Rusia: Serangan AS Jelas-Jelas Langgar Kedaulatan Suriah)

“Apa yang berkaitan dengan serangan kimia, itu semua kebohongan, tidak ada serangan kimia (oleh pasukan pemerintah) dan itu tidak bisa terjadi karena situasi saat ini di Suriah. Senjata kimia telah lama dikeluarkan dari Suriah di bawah pengawasan PBB, dan Amerika tahu ini, karena senjata itu diangkut di bawah kendali mereka. Ini adalah alasan bagi AS untuk campur tangan dalam konflik Suriah secara langsung,” jelasnya.

Legislator Rusia lebih lanjut mengkritik Presiden AS Donald Trump sebagai politisi yang “tak terduga dan sembrono”, dan menekankan bahwa aksi militer AS terhadap Suriah telah merusak hubungan yang sudah babak belur antara Moskow dan Washington. (Baca: Iran Kecam Keras Serangan AS ke Suriah)

“Trump menunjukkan dirinya sebagai seorang politisi tak terduga, sembrono dan tidak rasional. Oleh karena itu, tindakannya pertanyaan besar. Tapi saya pikir dia akan takut atas keputusannya sendiri, terutama dengan mempertimbangkan bahwa tidak semua elit AS, termasuk politisi Demokrat, yang mengecam tindakannya. Jadi, saya pikir dia akan berhenti, tapi tindakannya telah merusak hubungan Rusia-AS, hingga mengharuskan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson datang ke Moskow dan apa yang harus kita bicarakan setelah ini” ujar Yemelyanov.

Sementara itu, anggota parlemen Rusia lainnya, Pyotr Tolstoi, juga mengecam aksi militer AS, dan menekankan bahwa aksi itu dilakukan tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB. (Baca: Putin Kecam Tuduhan Tak Berdasar Serangan Kimia di Suriah)

“Ini bukan konflik antara Rusia dan Amerika Serikat. Ini merupakan tantangan bagi sistem hukum internasional yang telah dilanggar oleh AS dan sekutunya. Mereka tidak punya hak untuk memutuskan sendiri, mereka harus dihukum, siapa yang baik dan siapa yang buruk. Mereka melakukan tanpa penyelidikan dan tanpa bukti yang diakui secara internasional,” katanya. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment