Serangan AS ke Suriah Mendapat Kecaman Serius dari Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Bahram Qassemi mengatakan bahwa AS menggunakan alasan serangan kimia di Suriah sebagai “dalih untuk tindakan sepihak yang berbahaya, merusak dan melanggar prinsip-prinsip hukum internasional.”

60 rudal Tomahawk diluncurkan dari kapal perang AS ke arah laut Mediterania di pangkalan udara Shayrat sebelah tenggara Homs pada hari ini. Pemerintah Suriah mengecam serangan ini dan menyebutnya  sebagai “tindakan agresi.”

Washington memerintahkan serangan setelah menuduh Suriah melaksanakan serangan kimia terhadap kota Khan Sheikhun di provinsi barat laut Idlib pada Selasa. (Baca: Putin Kecam Tuduhan Tak Berdasar Serangan Kimia di Suriah)

Qassemi mengatakan, “Republik Islam, sebagai korban terbesar senjata kimia dalam sejarah modern, mengutuk aplikasi apapun dari senjata semacm itu, terlepas dari pelaku dan korban”. Namun, “waktu, pelaku, dan pendukung dari (serangan kimia) itu masih diselimuti misteri,” tambahnya.

Juru bicara itu mengatakan serangan udara AS hanya akan “memperkuat kelompok teroris yang sudah sekarat dan mempersulit situasi di Suriah dan kawasan”. (Baca: Bashar Assad: Teroris Berperang Hanya untuk Melayani Zionis Israel)

Qassemi, sementara itu, menolak laporan bahwa Kedutaan Besar Iran di Damaskus telah dievakuasi dan diplomat Iran telah meninggalkan daerah itu setelah serangan AS. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment