Statistik Angka Perdagangan Manusia di Inggris Naik Hingga 80 Persen

VOA-ISLAMNEWS.COM, LONDON – Statistik resmi yang menunjukkan jumlah korban perdagangan manusia potensial berhasil diidentifikasi di Inggris telah naik hampir 80 persen dalam satu tahun, memicu kekhawatiran tentang perbudakan modern.

Data terakhir dari Badan Kejahatan Nasional (NCA) pada 2015 menyatakan bahwa ada 306 kasus perdagangan telah dilaporkan oleh dewan lokal dan lebih dari sepuluh kali lipat jumlah sama yang  dilaporkan  oleh sumber-sumber lain. (Baca juga: Kronologi Pembebasan WNI Jadi Korban Perdagangan Manusia di Saudi)

Beberapa kota melihat lonjakan yang sangat jelas dalam jumlah korban perdagangan manusia yang dilaporkan dan  Manchester adalah yang terparah dengan  peningkatan 197 persen.

Pihak berwenang mengatakan eksploitasi tenaga kerja adalah nasib yang paling umum dari korban perdagangan manusia di Inggris. Terlepas dari peningkatan yang signifikan dalam kasus penganiayaan yang dilaporkan, masih ada hingga 13.000 korban perdagangan manusia di Inggris.

Angka-angka menimbulkan kekhawatiran Asosiasi Pemerintah Daerah (LGA), sebuah kelompok yang mewakili 370 dewan lokal, yang menyebut hal ini sebagai situasi perbudakan modern dan memperingatkan itu adalah ancaman yang meningkat dan menjadi perhatian utama. (Baca juga: Turki, Israel Terlibat Perdagangan Organ Pengungsi Suriah)

LGA mendesak masyarakat Inggris untuk lebih menyadari mengenai perdagangan manusia demi mencegah geng kriminal mengeksploitasi pekerja asing yang rentan.

“Perbudakan di zaman modern ini  adalah ancaman yang terus meningkat bagi masyarakat kita, dan hal itu harus menjadi perhatian utama karena sifatnya yang tersembunyi,” ungkap Simon Blackburn, kepala  Safer and Stronger Communities Board LGA. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment