Surati Trump, Ahmadinejad Turut Mengecam Kebijakan AS

VOA-ISLAMNEWS.COM, TEHERAN – Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad telah mengecam kebijakan AS dalam sebuah surat kepada Presiden Trump. Ia mengecam larangan perjalanan, “dominasi” AS di PBB, dan mengatakan bahwa AS membawa “ketidakamanan, perang, divisi, membunuh dan perpindahan bangsa-bangsa.”

Dalam surat berisi 3.500-kata itu, yang dikirim oleh mantan pemimpin Iran ke Kedutaan Besar Swiss di Teheran, Ahmadinejad mengecam Larangan Trump pada bulan Januari yang dikenakan kepada tujuh negara mayoritas Muslim termasuk Iran. Larangan itu kemudian diblokir oleh hakim, dengan penolakan pengadilan banding untuk memberlakukannya kembali.

Ahmadinejad mencatat bahwa ada 1 juta lebih keturunan Iran yang tinggal di Amerika Serikat, dan menambahkan bahwa AS harus “memberi penghormatan terhadap keragaman bangsa dan ras.”

“Perkembangan dan keberadaan Amerika saat saat ini adalah hasil dari imigrasi dari berbagai negara untuk tanah itu,” tulisnya sebagaimana dikutip Russia Today, Minggu (26/02).

“Kehadiran dan upaya konstruktif dari elit dan ilmuwan dari negara yang berbeda, termasuk satu juta lebih populasi rekan Iran saya, telah memiliki peran utama dalam pengembangan AS.”

“Dengan kata lain, AS kontemporer adalah milik semua bangsa, termasuk penduduk asli tanah itu. Tidak ada yang bisa menganggap mereka sebagai pemilik dan melihat orang lain sebagai tamu atau imigran. “

Mantan Presiden Iran itu juga mengecam “dominasi” AS di PBB, dan campur tangan Washington terhadap urusan dunia, mengatakan bahwa hal itu hanya menyebabkan “rasa tidak aman, perang, perpecahan bangsa-bangsa, pembunuhan dan pengungsian. .”

Pada saat yang sama, Ahmadinejad mengatakan Trump telah “jujur menggambarkan sistem politik dan struktur pemilu AS yang korup.”

“Sistem pemilu AS selama puluhan tahun diperbudak orang-orang tertentu untuk mendapatkan keuntungan bagi minoritas tertentu; yaitu kelompok yang tampaknya mengendalikan dua pihak, tetapi sebenarnya merupakan minoritas, yaitu para tiran dari kekayaan dan kekuasaan global. “

“Empat tahun adalah waktu yang lama, tapi itu berakhir dengan cepat,” ungkap Ahmadinejad memperingatkan Trump. “Kesempatan perlu dihargai, dan semua momen perlu digunakan dengan cara yang terbaik.”

Hal ini bukan surat pertama dikirim oleh Ahmadinejad. Ia juga pernah menulis untuk mantan Presiden AS George W. Bush dan Barack Obama. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment