Terima Kunjungan Presiden Afghanistan, Jokowi Kembali Ukir Sejarah

Berdasarkan agenda, Rabu (5/4/2017), penyambutan akan dilakukan sekira pukul 15.00 WIB. Kegiatan pun dilanjutkan dengan sesi foto bersama, pertemuan bilateral, hingga penandatanganan nota kesepahaman. Tak hanya itu, malam nanti, Presiden Joko Widodo juga akan menjamu Presiden Afghanistan dengan jamuan makan malam di Istana Negara.

Kunjungan ini terbilang istimewa bagi Indonesia. Pasalnya, kunjungan ke Indonesia ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh Presiden Afghanistan.

Sebelumnya, Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri Indonesia Ferdy Piay mengatakan, terdapat beberapa Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman yang akan disepakati. Di antaranya adalah kerjasama pada sektor pendidikan, pertanian, statistik, hingga reformasi administrasi publik. (Baca: Denny Siregar: Kuasai Jabar dan DKI Siasat Gerombolan PKS Sikat Jokowi di Pilpres 2019)

Dalam kunjungan ini, Presiden Afghanistan juga akan mencoba meniru dan belajar cara-cara deradikalisasi yang digunakan di Indonesia.

“Mereka ingin tahu formulanya seperti itu. BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) kan ada program. Kemudian ada juga kerangka kerjasama untuk itu. Misalnya, untuk pelatihan dan membawa ulama untuk proses itu BNPT bisa membantu, itu yang kami dorong, ujarnya belum lama ini.

Seperti diketahui, pemerintahan Presiden Joko Widodo telah mengukir beberapa sejarah penting sepanjang bulan Maret lalu. Pertama, Jokowi menerima kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud pada tanggal 1 Maret lalu. Kunjungan ini menjadi bersejarah karena selama 47 tahun Raja Arab tidak melakukan kunjungan ke Indonesia.

Tak hanya itu, Indonesia juga menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indian Ocean Rim Association (IORA) pada tanggal 5 hingga 7 Maret. KTT ini untuk pertama kalinya diadakan setelah 20 tahun IORA berdiri.

Pada tanggal 8 Maret, Presiden Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka, Maithripala Sirisena juga berkunjung ke Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Kunjungan kali ini adalah salah satu kunjungan bersejarah bagi Indonesia. Pasalnya, kunjungan terakhir dilakukan adalah sekira 41 tahun yang lalu. Kala itu, Presiden Indonesia masih dijabat oleh Soeharto. (Baca: Denny Siregar: AHOK, Belajaralah “Perang” kepada Jokowi)

Masih di Istana Merdeka, Jokowi juga menerima kunjungan Presiden Afrika Selatan Jacob Gedleyehlekisa Zuma pada tanggal 8 Maret lalu. Kunjungan ini dilakukan untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir.

Selanjutnya, pada tanggal 29 Maret lalu, Jokowi juga menerima kunjungan dari Presiden Prancis François Hollande. Kunjungan kali ini terbilang menjadi kunjungan bersejarah dari Presiden Prancis. Pasalnya, kunjungan terakhir dilakukan sekira 30 tahun lalu. Kala itu, kunjungan dilakukan oleh Presiden François Mitterrand pada tahun 1986.

Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, kunjungan kenegaraan ini nantinya akan terus berlanjut. Di antaranya adalah kunjungan dari Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence yang rencananya juga akan dilakukan pada bulan April ini.

“Ya bahwa Indonesia pada saat ini memang kita banyak mempunyai tamu-tamu negara,” tuturnya di Kompleks Istana Negara.

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang penting bagi dunia internasional. Indonesia dianggap memiliki peran, baik dalam bidang ekonomi maupun politik.

“Ini menunjukkan bahwa Indonesia dalam konteks global memang menjadi tumpuan dan juga harapan dari berbagai pertumbuhan ekonomi dunia yang pesat saat ini,” jelasnya. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment