Teroris Bombardir Bus Konvoi Pengungsi di Aleppo, 100 Tewas Termasuk Anak-anak

Ledakan itu menghantam distrik al-Rasyidin di pinggiran barat Aleppo, yang terletak 355 kilometer utara ibukota, Damaskus, ketika bus berhenti di sebuah pos pemeriksaan pada Sabtu sore. Setidaknya 100 orang tewas dan 48 lainnya menderita luka-luka, Kantor berita Al Mayadeen melaporkan.

Televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa pembom meledakkan sebuah mobil berisi bahan peledak di lokasi. Bus-bus sedang mengevakuasi penduduk Kefraya dan al-Foua di bawah kesepakatan yang dicapai antara pemerintah Damaskus dan kelompok militan Takfiri yang disponsori Barat dan sekutu regional mereka.

Harian berbahasa Arab Tishreen mengatakan ledakan itu terjadi ketika anak-anak sedang mengumpulkan makanan yang didistribusikan pada titik pemeriksaan.

Pada akhir Maret, pemerintah Suriah dan kelompok militan mencapai kesepakatan untuk transfer 16.000 orang dari Foua dan Kefraya dalam pertukaran evakuasi militan dan keluarga mereka dari al-Zabadani dan Madaya di provinsi barat daya Rif Dimashq.

Warga Foua dan Kefraya sepakat akan ditransfer ke pinggiran kota Aleppo, provinsi pesisir Latakia atau Damaskus, sementara militan bersenjata dan keluarga mereka akan berangkat ke kota Idlib.

Lebih dari 30.000 orang dilaporkan akan dievakuasi di bawah kesepakatan, yang dimulai pada hari Rabu dengan pertukaran tahanan antara militan dan pasukan pemerintah.

Bulan Sabit Merah (SARC) mengawasi pelaksanaan kesepakatan, yang digambarkan sebagai pertukaran terbesar dari sebelumnya.

Khianat

Sementara itu, Ibrahim Mousawi, seorang analis politik dari Beirut, mengatakan kepada PressTV bahwa ledakan itu adalah contoh nyata dari ‘pengkhianatan’ kelompok teroris Takfiri sehubungan dengan perjanjian mereka dengan pemerintah Damaskus.

“Di sini Anda berbicara tentang pemerintah yang bertanggung jawab yang memiliki integritas, kejujuran dalam rangka untuk melaksanakan kesepakatan, sedangkan ketika Anda berbicara tentang kelompok-kelompok oposisi yang berbeda … mereka yang bertanggung jawab, mereka harus bertanggung jawab atas kekejaman dan bencana, untuk pembantaian ini yang terjadi kepada orang-orang yang dievakuasi dari Kefraya dan al-Foua,” katanya.

“Ini memberitahu Anda bahwa kelompok-kelompok Takfiri ini, tidak pernah menghormati perjanjian mereka sendiri,” tambah analis.

Dia lebih jauh mencatat bahwa peristiwa ini tanggung jawab negara-negara yang mensponsori kelompok Takfiri – seperti Turki, Qatar dan Arab Saudi, AS, serta negara-negara Eropa – untuk segera menghentikan dukungan mereka terhadap para teroris ini.

Dia juga mengkritik masyarakat dan organisasi internasional yang telah menutup mata terhadap apa yang terjadi di Suriah, dan menyebut mereka sebagai munafik terkait peristiwa yang sedang melanda Suriah dan Irak. [Voai]

Sumber:  Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment