Teroris Daesh Serukan Jihad Melawan China

Gambar Presiden China Xi Jinping juga muncul di salah satu tembakan, diikuti dengan foto bendera China, yang terbakar.

Di awal rekaman berbicara mengenai ketidakadilan yang diderita oleh Muslim di Turkistan Timur (Xinjiang), Chechnya, dan Burma, kemudian mengatakan bahwa untuk menghilangkan penghinaan dan penaklukan Muslim dari tangan kafir hanyalah dengan jihad.

Kemudian rekaman video itu juga mengatakan, “setelah pecahnya revolusi di Syam berbagai tujuan dibalik panji-panji mulai bermunculan dan ini adalah salah satu alasan yang menyebabkan hati imigran luluh dan menarik mereka untuk bertempur di bawah panji-panji tersebut di bawah payung jihad fisabilillah. Namun, para imigran militan yang pergi ke tanah Syam mereka tidak tahu bahwa mereka terjebak, banyak dari mereka yang melebur dengan tentara sekuler yang berperang demi tanah air kemudian mati dalam keadaan jahiliyah, sementara banyak pula dari mereka yang bergabung dengan barisan khilafah (Daesh), demi menyahuti panggilan Abu Bakr Baghdadi, karena mencari keridhaan Allah.” (Baca: “DAESH” Istilah Yang Paling Dibenci ISIS)

Sementara itu, pada pertengahan video terlihat bendera dari Tentara Pembebasan Suriah dan Partai Islam Turkistan, yang juga dari etnis Uighur, kemudian foto pemimpin Tentara Islam yang sudah terbunuh yaitu Zahran Aloush, dimana para pejuang asing masih berada di bawah panji mereka sebelum beberapa dari mereka bergabung dalam organisasi Daesh, yang menyatakan kekhilafahan Islam pada musim panas 2014 di Irak dan Suriah.

Kemudian video itu juga menunjukkan klip pendek dari masjid terkenal di Mosul, saat al-Baghdadi sedang khotbah.

Lalu pejuang yang bernama Ahmed membacakan kepada para pejuang Uighur dengan dua bahasa, yaitu Arab dan Uighur (bahasa Turki terdahulu). Ia membacakan Ayat 39 dari Surat Al-Anfal “Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah SWT. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan”.

Kemudian salah satu pejuang Uighur membacakan satu surat untuk Khalifah al-Baghdadi dengan bahasa Uighur, yang berbunyi “wahai Abu Bakr al-Baghdadi, Allah telah memberimu kekuatan, saya bermurah hati kepada orang-orang mukmin dan keras pada orang-orang kafir, engkau adalah khalifah. Wahai al-Baghdadi al-Quraisy, engkau telah menyadarkan orang-orang mukmin dengan dakwamu dari atas mimbar, dan engkau telah membuat para  tiran menangis dengan kukumu dalam pertempuran. Semoga Allah mengganjarmu dengan kebenaran dalam setiap tempat dan waktu, dan semoga Allah memberkati anda. Kami meminta kepada Allah untuk memberkati anda sebagaimana Umar bin al-Khattab. Kami percaya padamu sebagaimana kepercayaan Abu Ubaidah al-Jarrah. Dan semoga Allah memenangkanmu sebagaimana kemenangan-Nya untuk orang-orang mukmin pada perang Ahzab. Kami meminta kepada Allah untuk membuat anda teguh dan untuk memberkati anda dengan kemenangan di dunia dan akhirat, dan kekuatan iman yang membuat orang-orang kafir menjadi takut. Kami meminta kepada Allah untuk menempatkan anda sebagai khalifah, wahai Abu Bakar al-Baghdadi”. (Baca: ISIS Target Kuasai Dunia Tahun 2020)

Rekaman itu mengatakan bahwa banyak dari Mujahidin di tanah Turkistan (Uighur) menjadikan Baghdadi sebagai khalifah dengan hati yang tulus, mereka pergi ke keharibaan Islam dengan keluarga dan orang tua mereka, meninggalkan payung nasionalisme yang sesat itu,  mereka menyumbang perkembangan khilafah.

Kemudian salah satu pejuang Uighur dari polisi syariat ISIS, mengatakan akan menerapkan hukum-hukum syariat dan amar ma’ruf nahi mungkar. Sementara video itu menunjukkan seorang pejuang Uighur lain, yang sedang melakukan hukuman pecut terhadap salah seorang pelanggar hukum.

Ia mengatakan: “Kami adalah imigran (yaitu pejuang asing), kita menerapkan hukum Allah dengan Ansar (yaitu orang-orang Irak dan Suriah anak bangsa yang dijajah oleh Daesh).

Kemudian rekaman itu menunjukkan sekitar 20 pejuang Uigur, dan menampilkan foto dari tiga pembom bunuh diri dari Uighur yang berperang bersama “Daesh”.

Kemudian seseorang mengatakan bahwa tujuan kami adalah untuk menaikkan bendera jihad di seluruh bumi. Sebagaimana sebagian dari mereka juga menyanyikan beberapa lagu dalam bahasa Uighur. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment