Tipuan Busuk White Helmets di Suriah Dibongkar oleh Organisasi Dokter Swedia

Setelah memeriksa potongan rekaman yang menyajikan penderitaan anak-anak Suriah sebagai akibat dari serangan kimia, para tim ahli Swedia mengungkapkan bahwa “para penyelamat” telah menyuntikkan ke dalam tubuh anak-anak Suriah ini sejumlah dosisi adrenalin di daerah jantung dengan jarum suntik yang panjang, dan perlu diketahui bahwa pertolongan pertama bagi korban serangan kimia bukanlah dengan cara ini.

Selain itu,  di rekaman video tersebut terlihat mereka tidak menekan punggung jarum suntik yang berisi obat dan hal ini berarti mereka tidak menyuntikkan obat ke dalam tubuh anak-anak Suriah ini. (Baca: Denny Siregar: White Helmets, Organisasi HAM Rasa Teroris)

Dan berdasarkan video ini, dokter Swedia menjelaskan bahwa anak-anak tersebut telah dibius dengan obat bius dan mereka tengah sekarat karena peningkatan dosis obat, dan yang lebih mengherankan lagi adalah anak-anak ini tidak menunjukkan gejala-gejala keracunan gas kimia. Dan sayangnya kejahatan pembunuhan ini digambarkan sebagai operasi penyelamatan oleh surat kabar AS Veterans Today.

Selain itu, media-media Barat juga kerap menyimpangkan terjemahan dari ucapan yang muncul di belakang “operasi penyelamatan” ini, di mana seseorang bertanya “Bagaimana saya menempatkan anak saya sebelum rekaman dimulai?” dan tidak ada satupun yang mengatakan “Save the children” namun ucapan ini diterjemahkan dengan “Save the children”.

Perlu dicatat bahwa organisasi White Helmet didirikan 4 tahun yang lalu dan saat itu mereka secara resmi melakukan kegiatan sebagai relawan kemanusiaan dan mengklaim sebagai organisasi yang netral dan tidak memihak. (Baca: Bashar Assad Bongkar Kisah Anak di Kursi Orange “Omran Daqneesh”)

Namun kenyataannya organisasi ini berkali-kali menuai kritikan pedas karena telah menyebarkan kebohongan-kebohongan pada bulan September 2016 lalu. Organisasi ini juga dituduh memalsukan gambar-gambar hanya untuk meyakinkan opini dunia bahwa pesawat tempur Rusia telah mengebom wilayah pemukiman di Suriah, seperti dilansir Mepanorama (08/04). (Baca: Eva Bartlett Bongkar Kebusukan Media Barat dan Pro Teroris Tentang Suriah)

Akan tetapi, setelahnya terbukti bahwa gambar-gambar tersebut diambil di Palestina seminggu sebelum dimulainya operasi dari Angkatan Udara Rusia di Suriah. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment