AS Jatuhkan Bom Moab di Afghanistan untuk Pertama Kalinya

VOA-ISLAMNEWS.COM, AFGHANISTAN – Militer AS telah menjatuhkan bom non-nuklir terbesar untuk pertama kalinya di gudang senjata Amerika di timur Afghanistan, yang diduduki oleh teroris ISIS, menurut Departemen Pertahanan AS. (Baca: Transaksi Gelap AS Bantu Teroris di Suriah dan Afghanistan)

Bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB) yang dijuluki ‘Ibu dari semua bom’, dijatuhkan pada pukul 19:32 waktu setempat, Kamis (13/04/2017), kata Pentagon.

Pentagon menegaskan bahwa serangan itu adalah pertama kalinya bom yang sangat besar telah digunakan dalam pertempuran.

MOAB memiliki beratnya sekitar 22.000 pound (10.000 kg) dan terhitung sebagai senjata non-nuklir paling kuat yang pernah dirancang. Bom ini dikembangkan selama perang AS di Irak dan dimaksudkan untuk menargetkan bungker besar di bawah tanah. (Baca: Proposal Terbaru Pentagon Tentang ISIS Menggelikan)

Bom itu dijatuhkan di terowongan yang diduga digunakan oleh ISIS di provinsi Nangarhar oleh pesawat MC-130, yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Komando Operasi Khusus AS, menurut Pentagon.

Ahli militer mengatakan ledakan itu akan “terasa seperti senjata nuklir bagi siapa pun yang berada dekat dengan lokasi target.”

“Angkatan Udara AS harus memiliki target yang baik.. biasanya artileri yang lebih kecil bisa digunakan,” pensiunan militer AS Jenderal Mark Hertling mengatakan kepada CNN.

“Teroris ISIS mengalami kerugian besar, mereka telah menggunakan bom rakitan (IED), bunker dan terowongan untuk menguatkan pertahanan mereka,” kata Jenderal John Nicholson, yang mengepalai Pasukan AS di Afghanistan.

“Ini adalah senjata yang tepat untuk melakukan operasi pembersihan di daerah sekaligus memaksimalkan pemberangusan anggota dan fasilitas ISIS-K,” tambahnya.

ISIL diduga melakukan beberapa serangan terhadap warga sipil di Afghanistan. Menurut intelijen AS, kelompok teroris Takfiri yang sebagian besar aktif di Nangarhar dan provinsi Kunar tetangganya. Jumlah mereka diperkirakan antara 700 sampai 1.500 anggota ISIS yang beroperasi di negara itu. (SFA)

Sumber: PTV







Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment