Kelicikan Terbaru AS: Bantai Warga Sipil Lalu Salahkan ISIS

Sabtu, 01 April 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, WASHINGTON DC – Ini resmi: Amerirka Serikat terbebas dari hukuman atas perbuatannya membunuh ratusan warga Irak yang tak berdosa di Mosul. Alasannya? Sederhana: ISIS.

Ya, menurut sebuah teori aneh baru yang menarik yang dijajakan oleh media yang mulia kita, the New York Times, ISIS / ISIL apapun sebutannya, telah memaksa Amerika Serikat untuk membom daerah padat penduduk di Mosul.

Dan meskipun AS menggunakan amunisi presisi tinggi, dipandu laser, banyak warga sipil tewas. Untuk kebebasan, tentu saja!

Bagian terbaiknya adalah bahwa ini bukan hal aneh jika New York Times mengemukakan alasan yang luar biasa ini untuk pembunuhan massal yang seenaknya itu. Bahkan Kongres memaafkan tindakan kejahatan- perang ini.

Selama interogasinya di sidang Komite Angkatan Bersenjata DPR AS, Perwakilan AS Martha McSally (AZ-02) sangat menolak implikasi bahwa Militer AS, diduga karena kesalahan dalam Rules of Engagement (ROE), bertanggung jawab atas meningkatnya korban sipil dalam perang melawan ISIS.

Dengan kredibilitas selama 26 tahun ia bekerja di Angkatan Udara dan pemahaman mendalam dari proses penargetan dan ROE, ia mengurai logika cacat dan menyalahkan ISIS.

Selama persidangan, McSally mengatakan kepada Komandan CENTCOM, Jenderal Joseph Votel bahwa aturan penargetan terlalu ketat pemerintahan Obama benar-benar telah memperkuat ISIS, yang menyebabkan lebih banyak kematian warga sipil oleh teroris tersebut. McSally, seorang pensiunan kolonel Angkatan Udara dan pilot A-10, menunjukkan bahwa ISIS melanggar hukum konflik bersenjata dengan membunuh warga sipil dan menggunakan mereka sebagai perisai manusia.

“ISIS tahu bahwa mereka dapat menggunakan perisai manusia untuk menghindari serangan udara. Ini sistem pertahanan udara mereka,”kata McSally, mantan komandan skuadron Angkatan Udara A-10. “Jika kita membiarkan lebih banyak teroris hidup untuk bertempur di lain waktu karena kebijakan ini, maka kita benar-benar membuka kesempatan bagi warga sipil untuk dibunuh oleh teroris ini.” (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment