Kemenangan Erdogan dalam Referendum Berbuntut Gejolak di Turki

Gambar dan video yang diposting melalui media sosial juga menunjukkan beberapa protes kecil meletus di seluruh kota Turki.

Kepala partai oposisi utama Turki, Republican People’s Party (CHP) mengecam Dewan Tinggi Pemilihan atas hasil “kontroversial”.

Pihak berwenang telah memanipulasi penghitungan suara sementara referendum amandemen konstitusi. Hal itu dikatakan oleh wakil ketua partai, Erdal Aksunger.

Menurut hasil penghitungan awal setelah 90 persen suara diproses, 51,5 persen pemilih mendukung amandemen konstitusi yang memperluas kekuasaan presiden Recep Tayyep Erdogan di negara itu.

“Ada manipulasi hasil. Menurut pengamatan kami, lawan dengan sistem presidensial menang. Kami menerima hasil tersebut dari berbagai provinsi. Mari kita lindungi pilihan kami,” kata Aksunger seperti dikutip dari Sputniknews, Senin (17/4/2017). (Baca: Kenapa Kesepakatan Erdogan dan Raja Salman Buat Ketakutan Warga Turki?)

Presiden Recep Tayyip Erdogan memberikan suara di Istanbul, Perdana Menteri Binali Yildirim di Izmir, sementara Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu di kota kelahirannya Antalya. Sedangkan para pemimpin partai oposisi utama, Kemal Kilicdaroglu dari Partai Republik Rakyat (CHP) dan Devlet Bahceli dari Partai Gerakan Nasionalis (MHP), memberikan suaranya di Ankara. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment