Ketua Parlemen Filipina Bela Presiden Duterte, Pemakzulan Dianggap Kebodohan

Jumat, 17 Maret 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, Manila – Pantaleon Alvarez, Ketua Parlemen Filipina menganggap gugatan pemakzulan yang diajukan legislator Magdalo, Gary Alejano terhadap Presiden Rodrigo Duterte adalah sebuah kebodohan dan kemungkinan besar tidak akan berhasil. Alvarez berpendapat, alasan yang digunakan oleh Alejano untuk mengajukan tuntutan tersebut tidak didukung fakta.

Alvarez berkata“Kita semua berhak atas kebodohan kita sendiri. Gugatan pemakzulan itu adalah kebodohan, kita tahu semua tuduhan itu dibuat-buat,” sebagaimana dilansir ABS-CBN News, Jumat (17/3/2017).

Alejano dalam gugatannya menuduh Duterte telah melanggar undang-undang dasar, pengkhianatan terhadap kepercayaan publik, korupsi, penyuapan, dan sejumlah kejahatan besar lainnya. Namun, Alejano menepis semua tudingan itu, mengatakan tidak hanya tuduhan tersebut tidak berdasar, tetapi juga menyuruh Duterte membuktikan bahwa dia tidak bersalah.

“Saat Anda menuduh seseorang, Anda harus membuktikannya, itu adalah aturannya. Anda tidak bisa menuduh saya berbuat sesuatu tetapi juga menyuruh saya membuktikan. Itu adalah murni sebuah kebodohan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Menteri Kehakiman Filipina, Vitaliano Aguirre II yang mengatakan, ‘tuduhan tanpa bukti bukanlah sebuah bukti’. Aguirre menambahkan, Presiden Duterte tidak pernah melakukan pelanggaran yang dapat membuatnya dimakzulkan.

Dalam memakzulkan Presiden Filipina, gugatan Alejano harus disetujui terlebih dahulu oleh parlemen sebelum diajukan dan didengar oleh Senat. Dibutuhkan dua pertiga suara dari sidang yang digelar Senat untuk memakzulkan seorang pejabat. Alvarez yakin gugatan pemakzulan ini akan gugur di Majelis Rendah Parlemen yang diisi oleh sekutu-sekutu Presiden Duterte.(VOAI/okezone)

Related posts

Leave a Comment