Menlu Rusia: Serangan Kimia Idlib adalah Tipuan Kotor untuk Gulingkan Assad

Sabtu, 22 April 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, ASTANA – Penolakan rencana yang didukung Rusia untuk penyelidikan terhadap tuduhan serangan kimia di Khan Shaikhoun dan upaya untuk menuduh pemerintah Assad menggunakan senjata kimia tampaknya merupakan tipuan untuk perubahan rezim di Suriah. Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan hal ini pada hari Jumat (21/04).

“Kemarin, usulan bersama kami bahwa para ahli dari Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) harus mengunjungi lokasi kejadian dimana diduga terjadi serangan senjata kimia tersebut, telah dilarang oleh delegasi Barat tanpa penjelasan yang jelas,” kata Sergey Lavrov dalam Pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

“Ini menunjukkan “kekeliruan total dari sikap rekan-rekan Barat kita” yang pada kenyataannya melarang OPCW mengirim penyelidik mereka ke lokasi kejadian dan lapangan udara Shayrat di provinsi Homs, yang diduga merupakan sumber serangan kimia tersebut,” jelas Lavrov lebih jauh, sebagaimana dikutip TASS.

“Saya pikir ini adalah situasi yang sangat serius, karena sekarang terbukti bahwa informasi palsu tentang senjata kimia yang digunakan oleh negara Suriah digunakan untuk menghindari resolusi 2254 diberlakukan, dimana hal itu (seharusnya) menetapkan sebuah penyelesaian politik. Sebaliknya, ada langkah menuju rencana lama untuk perubahan rezim. Saya yakin kita harus mencegahnya, ” tambah Lavrov menekankan.

Ini muncul di tengah pernyataan eksplisit dari London dan Paris bahwa ahli mereka telah memperoleh sampel dari lokasi kejadian tersebut. Sementara itu, pertanyaan Rusia ke Inggris, Prancis dan OPCW tentang asal usul sampel ini tetap tidak terjawab, katanya. “Saya pikir keadaan akan terus berlanjut ketika organisasi ini akan mendiskreditkan dirinya sendiri. Jika seseorang ingin berkontribusi terhadap hal ini, upaya semacam itu perlu segera dihentikan,” tegas Lavrov. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment