Polisi Dalami Laporan Camp Teroris di Sekitar Salatiga

Kamis, 27 April 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, Jakarta – Polres Jakarta Barat menerima laporan dari seseorang berinisial YO yang lolos dari perkemahan teroris. Laporan itu kini tengah ditangani. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul membenarkan hal tersebut. Pihaknya tengah mengklarifikasi informasi tersebut dari YO.

“Yang bersangkutan bilangnya pelatihan militer. Tentu akan kita cek apakah benar,” kata Martinus saat dihubungi wartawan, Kamis 27 April 2017.

Berdasarkan interogasi Polres Jakbar, YO mengaku diculik dengan modus ditanyai alamat pada 18 April 2017. YO sendiri dalam perjalanan pulang usai bekerja sebagai buruh Bendungan Karian Rangkas.

YO, kata Martinus, dibawa menuju Tol Cikande-Balaraja dalam keadaan dibius, kemudian dibawa masuk ke hutan. Di lokasi itu, YO dan 80 orang lain dilatih menembak dan merakit bom.

Tak hanya itu, YO juga mengaku didoktrin membenci etnis, agama tertentu dan polisi. Jumat lalu bahkan kelompok itu membaiat 3 wanita dan 1 laki-laki sebagai pengantin bom, untuk meledakkan mal dan gereja yang sudah ditentukan pada 25 Mei 2017 nanti.

YO sendiri mengaku kabur karena bantuan salah satu guru di camp tersebut. Martinus menyebut akan memeriksa kejiwaan YO terlebih dahulu sebelum menindaklanjuti informasi itu.

“Kita pagi ini akan melalukan pemeriksaan kejiwaan. Dia masih berada di Polres Jakbar,” kata Martinus.

Pemeriksaan kejiwaan ini akan melibatkan keluarga YO dan orang-orang di sekitarnya. Nanti jika bisa dipastikan status kejiwaannya baru Polri bisa turun tangan.

“Kalau tidak info yang bersangkutan akan kita abaikan,” pungkasnya.(VOAI/metronews)

Related posts

Leave a Comment