Saudi Akan Bangun Hotel Terbesar di Dunia yang Tenggelamkan Masjidil Haram

Rabu, 05 April 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, RIYADH – Hotel terbesar di dunia ‘Abraj Kudai’ di Mekkah akan dibuka dalam waktu dekat, kantor berita Sputnik melaporkan.

Hotel Abrak Kudai terletak 2 kilometer dari Masjidil Haram. Hotel ini memiliki 10.000 kamar, 10 menara bintang empat dan 2 menara bintang lima. Selain itu, hotel super mewah ini memiliki 70 restoran, 4 landasan helipad, pusat perbelanjaan, parkir bis, convention center dan lavish ballroom serta sederet kemewahan dan kemegahan lainnya.

Hotel 48 lantai ini kabar akan segera resmikan dalam waktu dekat, kabar ini pun begitu cepat menyebar di jejaring sosial. Ppembangunan hotel megah dan terbesar di dunia ini menuai kontroversial, karena dianggap menodai kesucian tanah haram dan menyebabkan beberapa situs sejarah peninggalan Nabi Saw tergusur.

Abraj Kudai memiliki lima lantai khusus, yang selalu disediakan untuk para anggota keluarga kerajaan Arab Saudi. Proyek pembangunan hotel ini menelan biaya sekita 3,5 miliar dolar. Hotel Abraj Kudai dibangun di atas atanah seluas 64.000 meter persegi dari total luas bangunan sementara 1.400.000 meter persegi.

Namun, ironisnya hotel yang dibangga-banggakan keluarga kerajaan Al Saud, telah menghilangkan kesucian dan kesakralan tanah Mekkah. “Kota ini berubah menjadi Mekkah-Hattan,” kata Irfan Al-Alawi, direktur Islamic Heritage Research Foundation yang berbasis di Inggris, kepada The Guardian.

“Semuanya telah tersapu dengan pembangunan hotel mewah, menghancurkan tempat-tempat suci untuk menaikkan harga peziarah. Ini adalah hari-hari terakhir bagi Mekkah. Ibadah haji seharusnya menjadi sederhana, ritual sederhana yang dapat dilakukan semua umat. Tetapi wajah Mekkah telah berubah menjadi sebuah pengalaman yang lebih dekat ke Las Vegas, yang sebagian besar jamaah akan gigit jari karena tidak mampu,” ujarnya.

Ini fakta bahwa Al-Masjid al-Haram dimana Ka’bah berada dalam pendudukan rezim despotik Saudi. Sebagian besar Muslim, mungkin akan menyangkal pernyataan ini sebagai lelucon atau sampah, mengingat tingkat ketidaktahuan kaum Muslimin akan prilaku korup raja-raja Saudi, pangeran dan keluarga kerajaan, pesta seks, skandal para pangeran Saudi, kazaliman mereka kepada rakyat atau pun negara-negara tetangga dengan mengimpor idelogi ekstrim Wahhabi dan menciptakan perang sektarian di antara kaum muslimin.

Masjidil Haram adalah warisan bersama umat Islam – dan tanggung jawab – seluruh umat Islam. Namun, keluarga kerajaan Al Saud telah menjadikan tempat suci itu seperti Las Vegas. Raja-raja Saudi hingga saat ini menginjak-injak kesucian kotasuci, membongkar atau menghancurkan situs-situs peninggalan Nabi yang dianggap musyrik. Mereka melakukan semua kejahatan atas dasar ideologi palsu yang dikenal dengan Wahhabisme yang menganggap setiap Muslim lain yang tidak mendukung penafsiran reduksionis dan paroki mereka tentang Islam adalah kafir.

Bagaimana bisa tanah suci Rasulullah (saw) yang bernama (Semenanjung Arab) Hijaz diberi nama “Arab Saudi”? Sejak wafat Nabi hingga 1.300 tahun, tidak ada satu pun penguasa Muslim yang berani mengubah nama itu, kecuali hanya keluarga Al Saud yang telah melakukan kejahatan ini. Apakah kita menganggap bahwa setiap penghuni Semenanjung Arab berhak untuk nama itu setelah keluarganya sendiri atau klan? Bagaimana jika Zionis yang menduduki Semenanjung Arab, akankah kita menerima perubahan nama Yahudi Saudi?

Sangat penting bagi umat Islam untuk memahami dan mengetahui bahwa raja-raja Saudi dan keluarga kerajaan bukanlah Khadimul Haramain (pelayan dua tempat suci). Karena mereka hanya mencari keuntungan dari pundi-pundi uang yang dihasilkan dari ritual haji dan umroh. [Voai]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment