Surat Yaman ke Uni Eropa, Desak Saudi Akhiri Agresi Gilanya

Hisham Sharaf, Menteri Luar Negeri Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman, membuat seruan pada hari Sabtu (1/04/2017) dalam surat yang dikirim ke kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini dan Menteri Luar Negeri Malta George Vella, yang negaranya memegang jabatan presiden bergilir Dewan Uni Eropa.

Surat itu mendesak Uni Eropa untuk mengutuk pelanggaran hak asasi yang dilakukan di Yaman oleh rezim Arab Saudi dan sekutu-sekutunya. (Baca: Houthi: Agresi di Yaman untuk Lindungi Kepentingan Saudi, UEA dan AS)

Mereka juga menyerukan pembentukan sebuah komite independen untuk menyelidiki kejahatan Saudi di Yaman, pembukaan kembali Bandara Internasional Sana’a, dan mengadili penjahat perang mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi.

Sharaf mengatakan Dewan Keamanan PBB harus mengeluarkan resolusi yang mendukung proses politik damai di Yaman dan mewajibkan Riyadh untuk mengakhiri perang dan mencabut blokade di negara miskin itu.

Dia lebih jauh menggarisbawahi kebutuhan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Yaman melalui kota pelabuhan Hudaydah yang dikendalikan oleh gerakan Houthi Ansarullah.

Lebih dari 70 persen dari semua makanan, obat-obatan, produk minyak dan bantuan kemanusiaan dikirim ke Yaman utara melalui Hudaydah, tambahnya. (Baca: Tak Percaya dengan Saudi, Amerika Akan Serang Langsung Yaman)

Arab Saudi dan UEA telah mengancam akan menyerang kota pelabuhan dan merebutnya kembali dari Houthi. PBB menunjukkan keprihatinan tentang dampak dari serangan potensial ke pelabuhan.

Di tempat lain dalam surat-suratnya, Sharaf menekankan bahwa Yaman berhak untuk membela diri, menyerukan upaya untuk menghilangkan hambatan di jalan pembicaraan intra-Yaman dan Yaman-Saudi.

Arab Saudi telah memimpin kampanye militer yang brutal terhadap Yaman sejak Maret 2015. Kerajaan juga telah memberlakukan blokade udara dan laut di Yaman. Inggris dan Amerika Serikat telah menutup mata atas penderitaan warga sipil Yaman, dan menyediakan sejumlah besar senjata dan pelatihan militer kepada pasukan Saudi.

Agresi brutal Arab Saudi bertujuan untuk mengembalikan mantan presiden Hadi, yang setia dengan Riyadh. Setidaknya kampanye perang Saudi telah menewaskan lebih dari 12.000 orang Yaman, menurut penghitungan baru-baru ini. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment