Swiss Kembali Kampanyekan Desak Legalisasi Ganja

VOA-ISLAMNEWS.COM, BERN – Untuk kedua kalinya dekade ini, sebuah kampanye untuk mendesak legalisasi ganja dilaksanakan di Swiss. Inisiatif baru ini bermaksud untuk membuat produksi dan konsumsi ganja legal untuk orang dewasa, asalkan untuk penggunaan pribadi.

Sebuah referendum sebelumnya untuk melegalkan obat tersebut gagal pada tahun 2008 dengan 63 persen pemilih menentangnya, namun proposal waktu itu tidak memasukkan argumen yang lebih baru mengenai legalisasi ganja, yaitu, mengkriminalkannya mengundang kejahatan sementara melegalkannya memungkinkan pemerintah untuk mengatur penggunaanya. (Baca juga:California Legalkan Konsumsi Ganja Untuk Tujuan Rekreasi)

Manfaat lainnya termasuk mengendalikan keberadaan bahan kimia seperti THC (bahan aktif dalam ganja) dan pestisida berbahaya. Juga tidak seperti proposal 2008, proposal baru ini akan membuat ganja ilegal bagi anak di bawah umur.

Berbicara kepada surat kabar Swiss Tages Anzeiger sebagaimana dikutip Sputnik, Rabu (26/04), advokat legalisasi Nine Forrer mengatakan bahwa “larangan terhadap ganja salah dari perspektif sosial, salah dari sudut pandang hukum dan hanya bodoh dari sudut pandang ekonomi.” (Baca juga:Raja Narkoba ‘El Chapo’ Tiba di AS Setelah Diekstradisi dari Meksiko)

Sebuah percobaan untuk menggelar pengaturan penjualan ganja yang dikendalikan negara di empat kota besar di Swiss – Basel, Bern, Geneva dan Zurich – telah direncanakan, meskipun akan memerlukan persetujuan pemerintah untuk bisa benar-benar memulainya.

Uji coba tersebut dimaksudkan sebagai uji ilmiah untuk kelayakan pencabutan larangan ganja.

Antara 350.000 sampai 500.000 orang Swiss mengkonsumsi hashish atau ganja setiap tahun, menurut Geneva Tribune. Kepemilikan sejumlah kecil (10 gram atau kurang) adalah sebuah pelanggaran ringan dan didenda 100 franc Swiss ($ 100,63). Penegakan untuk produksi, penggunaan dan kepemilikan sangat bervariasi ditiap kanton.

Diperkirakan 30.000 kasus terkait ganja dibawa ke pengadilan Swiss setiap tahun, dan penghilangan kasus-kasus ini dari doket dipandang sebagai potensi positif lain dari legalisasi ganja. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment