Terkait Serangan Kimia di Idlib, PBB Tak Bisa Verifikasi Laporan Media

Rabu, 05 April 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, PBB – Sekretariat PBB tidak dapat memverifikasi laporan media tentang serangan kimia di provinsi Idlib Suriah yang menewaskan puluhan orang, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengatakan hal ini pada hari Selasa.

“Kami saat ini tidak dalam posisi untuk memverifikasi laporan. Saya melihat bahwa sebelumnya hari ini misi pencari fakta OPCW telah mengumumkan bahwa mereka mulai mengumpulkan informasi untuk mencoba mengkonfirmasi senjata kimia yang digunakan,” katanya sebagaimana dikutip TASS, Selasa (04/04). (Baca juga:Pemerintah Suriah Bantah Tuduhan Serangan Kimia di Idlib)

Dalam pernyataan yang dirilis sebelumnya, Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menyatakan bahwa “PBB secara independen tidak bisa memverifikasi laporan-laporan ini” meski ia menyatakan keprihatinan terhadap “laporan dugaan penggunaan senjata kimia dalam serangan udara di daerah Khan Shaykhun dari Idlib selatan, Suriah” dan menawarkan “belasungkawa tulus kepada korban insiden dan keluarga mereka.”

Pihak pemerintah Suriah sendiri dengan tegas telah membantah tuduhan keji yang diarahkan kepada mereka tersebut. Dalam pernyataan sebagaimana dikutip SANA, sumber Kementerian Luar Negeri dan ekspatriat menyatakan bahwa tuduhan serangan itu adalah propaganda terbaru yang sengaja dilancarkan pihak musuh dan para pendukung mereka di tengah kemajuan yang terus diperoleh pemerintah dalam hari-hari dan minggu-minggu terakhir. (Baca juga:Laporan HRW Soal Senjata Kimia Berdasarkan Data Teroris)

“Kampanye baru itu dilakukan setelah prestasi yang diperoleh oleh tentara Arab Suriah dan pasukan pendukung mereka dalam perang melawan terorisme selama hari-hari dan minggu-minggu terakhir. Di samping itu, mereka membuat cerita bohong ini sebelum diadakannya pertemuan Uni Eropa besok tentang Suriah, demi alasan untuk melancarkan serangan pada negara ini dan membenarkan resolusi bermusuhan yang akan diadopsi dalam pertemuan ini,”kata Kementerian Luar negeri tersebut.

Kementerian pertahanan Rusia juga membantah tuduhan ini dan menyatakannya sebagai berita palsu, mengatakan bahwa “pesawat-pesawat tempur Rusia tidak melancarkan serangan di wilayah Khan Shaykhun, provinsi Idlib.” (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment